Faisal Muchtar
Departemen Ilmu Anestesi, Perawatan Intensif dan Manajemen Nyeri Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin/RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Remifentanil Vs Fentanyl Terhadap Hemodinamik dan Kadar Kortisol Pada Pasien Dengan Ventilasi Mekanis Di Ruang Rawat Intensif Nadia Fitrianti; Faisal Muchtar; Hisbullah Hisbullah; Andi Salahuddin; Ratnawati Ratnawati; Ari Santri Palinrungi
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v11n3.3686

Abstract

Nyeri pascaventilasi mekanik membutuhkan analgosedasi untuk tata laksana nyeri, namun belum ada rekomendasi pasti penggunaan opioid dan perubahan fisiologis spesifik berdampak langsung pada farmakologi obat yang menyebabkan perbedaan respons antarpasien. Penelitian eksperimental secara double blind randomized control trial (RCT) pada 32 pasien dengan status fisik ASA I–II, usia 18–70 tahun, terventilator dengan durasi 24 jam pascaoperasi tiroid di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada bulan Juni–Agustus 2023. Pasien dibagi dalam kelompok analgosedasia remifentanil dan kelompok analgosedasia Fentanil. Respons hemodinamik, dan kadar kortisol dicatat dan dilakukan uji statistik dengan student t-test dan chi-kuadrat. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok remifentanil menunjukkan perubahan tekanan darah sistole, diastole, rerata tekanan arteri serta denyut jantung yang lebih stabil daripada fentanil. Penggunaan fentanil menunjukkan penurunan kadar kortisol dalam 24 jam yang lebih tinggi daripada penggunaan remifentanil (p<0,05), tetapi kadar kortisol serum dalam 24 jam lebih rendah pada kelompok remifentanil dibanding dengan kelompok fentanil. Simpulan, remifentanil lebih mempertahankan stabilitas hemodinamik dan memberikan kadar kortisol serum yang lebih rendah pada pasien yang terventilasi mekanik.