Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan “Bijak Berbahasa di Media Sosial” Bagi Guru dan Siswa SMAN 1 Padang Munira Hasjim; Sailal Arimi; Aslinda Aslinda; B. Kushartanti; Ilham Ilham; Muhammad Hasyim
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i2.3290

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kolaboratif antara Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Andalas bertujuan memberikan edukasi pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial sebagai ruang publik digital yang mencerminkan karakter, budaya, dan martabat bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Padang Provinsi Sumatera Barat dengan metode Ceramah interaktif partispatif melalui penyuluhan, diskusi reflektif, dan umpan balik. Peserta kegiatan penyuluhan yakni dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas, Guru-guru SMA Negeri 1 Padang, dan Siswa-Siswa SMA Negi 1 Padang yang akan mengikuti kegiatan Lomba Penulisan Karya Ilmiah yang bertema Penguatan Karakter dan Etika di Era Digital. Materi penyuluhan dianggap sangat relevan dengan topik lomba yang akan diikuti oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dampak negatif penggunaan bahasa di media sosial yang tidak patut—seperti konflik, perundungan daring, kerusakan reputasi, hingga sanksi hukum berdasarkan UU ITE dapat menjadi acuan agar pengguna media sosial dapat bijak berbahasa. Selain itu, dampak positif penerapan bahasa yang santun di media sosiaal dapat membangun komunikasi efektif, citra diri positif, dan hubungan sosial yang harmonis di ranah digital. Sebagai umpan balik, kegiatan penyuluhan ini menekankan peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga mutu bahasa Indonesia di media sosial melalui penyebaran konten positif, penggunaan bahasa yang santun, dan peningkatan literasi digital. Pada akhirnya, keseluruhan paparan mengajak masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana edukatif yang mendukung pelestarian bahasa Indonesia sebagai identitas nasional di era digital.