Juliana A Tuasela
Universitas Kristen Indonesia Maluku

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI KONSELING PASTORALIA BERPERSPEKTIF GENDER BAGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA KELOMPOK PEMUDA NEGERI KAKERISA AMAPATI ABUBU Juliana A Tuasela; Margaretha Martha Anace Apituley
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69765/mjppm.v7i2.2108

Abstract

Angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kepulauan Lease, khususnya Negeri Kakerisa Amapati Abubu, terus meningkat multidimensional. Sebagai komunitas pulau kecil pesisir yang terisolasi geografis, wilayah ini rentan terhadap fenomena "gunung es" akibat kuatnya struktur patriarki dan budaya malu (culture of shame). Di sisi lain, pelayanan gereja masih konvensional-ritualistik serta belum memiliki kerangka pemulihan yang sensitif gender, sehingga penanganan sering memicu penghakiman moral sekunder (secondary victimization) bagi korban. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menguatkan kapasitas sosial-keagamaan kelompok pemuda dan pelayan jemaat melalui sosialisasi konseling pastoralia berperspektif gender. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diintegrasikan melalui lima tahapan: sosialisasi UU TPKS/Perda Maluku No.2/2012, pelatihan klinis teknik intervensi krisis dan trauma healing, penerapan inovasi non-teknologi berupa Buku Saku dan Panduan Konseling, simulasi/pendampingan posko aduan jemaat berbasis sektor, serta pelembagaan keberlanjutan program melalui restrukturisasi Satgas Pemuda Jemaat Ramah Anak. Melalui kolaborasi multidisipliner dosen dan mahasiswa, program ini menargetkan pencapaian IKU 2, 3, dan 5 secara simultan. Target luaran wajib meliputi publikasi artikel ilmiah pada Jurnal Pengabdian Masyarakat Maren, video dokumenter kegiatan, publikasi media massa, serta luaran tambahan berupa produk inovasi Buku Saku Panduan Rujukan Kontekstual. Indikator capaian kuantitatif program ini adalah kelulusan dan sertifikasi minimal 25 kader pemuda sebagai peer counselor dengan peningkatan pemahaman standar psikologi trauma dan hak seksualitas sebesar 80%. Secara jangka panjang, program ini berkontribusi penuh pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait kesetaraan gender dan penghapusan segala bentuk kekerasan di ruang domestik maupun publik.