This Author published in this journals
All Journal BroadComm
Annisa Masri
Fakultas Ilmu Komunkasi, Universitas Gunadarma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI PERSUASIF RELAWAN KOMUNITAS LENSA ANAK TERMINAL DALAM MEMBANGUN KREATIVITAS FOTOGRAFI PADA ANAK MARJINAL Annisa Masri; Sendi Eka Nanda; Lenie Okviana
BroadComm Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : AKMRTV Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53856/bcomm.v6i1.346

Abstract

Masyarakat marginal identik dengan kaum buruh rendahan, orang yang tinggal di pemukiman kumuh, warga desa, dan warga kota yang tertinggal karena kekurangan sumber daya. Komunitas Lensa Anak Terminal merupakan komunitas yang melakukan kegiatan pemberdayaan anak marjinal melalui media fotografi bercerita bagi anak-anak di lingkungan terminal Kota Depok yang bersifat sukarela dan diinisiasi oleh para penggiat di bidang pemberdayaan dan fotografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh para relawan Komunitas Lensa Anak Terminal dalam meningkatkan kreativitas di bidang fotografi anak marjinal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualtitatif dengan menggabungkan metode wawancara secara mendalam dan terstruktur serta observasi dan dokumentasi. Konsep strategi komunikasi dan Teori Penetrasi Sosial digunakan untuk menganalisis hasil penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah tiga orang relawan di Komunitas Lensa Anak Terminal dan tiga orang anak marjinal yang tergabung di komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam peningkatan kreativitas menggunakan strategi milik Melvin L.deFleur yaitu strategi psikodinamika. sosiokultural dan the meaning of construction sebagai acuan strategi yang digunakan oleh para relawan dalam berkomunikasi dengan anak marjinal dalam membangun kreativitas fotografi di Sekolah Master. Keberhasilan dalam membangun kreativitas karena tahapan awal dalam pendekatan para relawan ke anak marjinal bisa mereka lakukan dengan baik.