Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Kedalaman Pelat Tembaga Pada Perkerasan Aspal Terhadap Temperatur Lempeng Dan Daya Listrik Yang Diperoleh Oleh Generator Termoelektrik satria satria lanuri
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n1.p8-12

Abstract

Radiasi matahari dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik menggunakan termoelektrik generator. Termoelektrik generator merupakan sebuah semikonduktor tipe-p dan tipe-n akan mengubah panas pada radiasi matahari menjadi energi listrik. Pada penelitian ini untuk mengumpulkan panas matahari digunakanlah aspal jalan sebagai penyerap panas. Panas aspal akan dihantarkan menuju sisi termoelektrik generator dengan menggunakan pelat tembaga. Pada penelitian ini pelat tembaga ditanamkan didalam aspal dengan variasi ketinggian berbeda, yaitu 2 cm, 4 cm dan 6 cm dari permukaan aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur hot side pada tembaga dengan kedalaman 2 cm lebih cepat menyerap panas karena lebih dekat dengan permukaan aspal. Pada saat nilai radiasi matahari paling tinggi yaitu 987 W/m saat jam 12.00 , temperatur hot side juga mengalami suhu paling puncak yaitu 38.1 ˚C. Sedangkan temperatur puncak yang terdapat pada pelat dengan kedalaman 4 cm yaitu pada jam 14.30 sebesar 37.6 ˚C dan untuk pelat kedalaman 6 cm suhu puncaknya yaitu 37.9 ˚C pada saat jam 15.00. Pelat dengan kedalaman 2 cm dapat menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan pada pelat kedalaman 4 cm dan 6 cm. Hal ini terjadi karena panas yang diterima pelat kedalaman 4 cm dan 6 cm lebih lambat dibandingkan dengan pelat dengan kedalaman 2 cm. Sehingga pelat dengan kedalaman 2 cm menghasilkan daya listrik yang lebih besar pada temperatur lempeng yang lebih tinggi.Kata kunci : Termoelektrik Generator, Radiasi Matahari, alternatif.