Yohanes Vianey F. Akoit
Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nietzsche Untuk Para Tenaga Kerja Indonesia Yohanes Vianey F. Akoit
Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol 15 No 1 (2024): LUMEN VERITATIS: Jurnal Filsafat dan Teologi| APRIL 2024
Publisher : Program Studi Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/lumenveritatis.v15i1.3068

Abstract

Abstraksi Nietzsche tidak bicara mengenai persoalan Buruh atau Tenaga Kerja Indonesia. Ia seorang perantau yang bicara tentang figur tuan dan budak. Ia bermigrasi karena kreativitas dan bukan dikendalikan ressentiment atas rasa sakitnya. Ia menyadari keterbatasannya di depan realitas-kaotis namun tidak mendendam dan reaktif terhadapnya. Nietzsche afirmatif untuk semua peristiwa yang ia alami. Amor fati itu membebaskan Nietzsche dari dekadensi dan inferiority complex. Kisah perantauan Nietzsche paralel dengan perantauan para pekerja migran. Kesamaan itu secara arbiterer mendorong adanya komparasi. Dorongan itu dinilai urgen karena para pekerja masih bermigrasi dengan motif dendam pada realitas, serta inferior dengan sebutan Tenaga Kerja Indonesia. Nomenklatur TKI cenderung melecehkan martabat para pekerja karena menonjolkan dikotomi otot dan pemikiran. Dalam dikotomi itu nilai jual para pekerja sebagai komoditas dihubungkan dengan otot. Maka penyiksaan yang kerap dialami para pekerja dianggap sebagai agon dan kontraksi untuk kebugaran otot. Negativitas yang dialami para pekerja perlu dipulihkan. Referensi yang cocok sebagai rujukan pemulihan ialah kisah perantauan Nietzsche. Kata Kunci: Tuan-Budak, ressentiment, afirmatif, kaotis, amor fati, great reason, small reason, realitas.