p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Emiliani Elsi Jerau
Universitas Harapan Bangsa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kombinasi Relaksasi Benson Dan Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Sindy Amelia; Danang Tri Yudono; Emiliani Elsi Jerau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.97

Abstract

Operasi caesar melibatkan pembuatan sayatan pada rahim dan dinding perut untuk melahirkan janin Operasi sesar saat ini banyak menggunakan anestesi tulang belakang karena keamanan, biaya rendah, keandalan, kemudahan penerapan, efektivitas langsung, dan kondisi bedah yang baik. Anestesi spinal menyebabkan berbagai efek samping, salah satunya ialah Postoperative Nausea and Vomiting (PONV). Relaksasi Benson sebagai teknik yang dipergunakan untuk meringankan mual pada pasien kanker, menawarkan banyak manfaat seperti meningkatkan ketenangan, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi rasa khawatir. Penanganan mual serta muntah menggunakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, salah satunya dengan memanfaatkan aromaterapi. Penelitian ini menerapkan penelitian kuantitatif dengan memanfaatkan desain pra-eksperimental yang ditandai dengan format pretest-posttest satu kelompok. Temuan penelitian ini mengungkapkan integrasi relaksasi Benson serta aromaterapi peppermint efektif mengurangi mual dan muntah pada pasien pasca operasi caesar. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai p-value kurang dari 0,05.
Gambaran Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Pra Operasi Dalam Menjalankan Puasa Fazri Saputra Rafi; Emiliani Elsi Jerau; Danang Tri Yudono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.332

Abstract

Puasa praoperasi sangat penting untuk mencegah komplikasi anestesi, terutama aspirasi. Ketidakpatuhan pasien terhadap instruksi ini meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah operasi. Penelitian ini bertujuan mengukur pengetahuan dan kepatuhan pasien praoperasi terhadap puasa di RSUD dr. Soedirman Kebumen, lalu memberikan rekomendasi untuk meningkatkan edukasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 133 responden dipilih melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 14 pertanyaan pengetahuan dan 10 pertanyaan kepatuhan. Penelitian ini menemukan pada puasa pra operasi bahwa 90 responden (67,7%) memiliki pengetahuan yang baik. Seluruh responden sebanyak 133 responden (100%) patuh terhadap instruksi puasa. Masih ada sebagian pasien yang pengetahuannya belum optimal, dipengaruhi oleh pendidikan dan usia. Diperlukan edukasi praoperasi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman pasien, yang dapat menjadi acuan bagi rumah sakit.
Implementasi Video Edukasi Komunikasi Situation, Background Assessment, Recommendation (SBAR) Terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Dhea Wulandary; Emiliani Elsi Jerau; Danang Tri Yudono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.363

Abstract

Komunikasi efektif mempunyai pengaruh yang besar terhadap keselamatan pasien untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan. Salah satu metode komunikasi efektif untuk meminimalisir insiden keselamatan pasien yaitu komunikasi SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi video edukasi komunikasi Situation, Background Assessment, Recommendation (SBAR) terhadap tingkat pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan pre-test post-test control group dimana intervensi edukasi pada kelompok intervensi melalui video dan kelompok kontrol melalui leaflet. Sample pada penelitian ini sejumlah 70 responden Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa tingkat III. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pada kelompok kontrol mean sebelum intervensi 63,37 dan setelah intervensi 66,74 dengan p-value 0,566. Pada kelompok intevensi mean sebelum intervensi 62,54 dan setelah intervensi 96,06 dengan p-value 0,000. Hasil uji menggunakan mann whitney menunjukkan mean rank pada kelompok kontrol 19,27 dan kelompok intervensi 51,73 dengan p-value 0,000. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi, sehingga terdapat pengaruh video edukasi terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa.
Edukasi Dan Penerapan Relaksasi Genggam Jari Dengan Terapi Musik Klasik Beethoven Terhadap Penurunan Kecemasan Pre Operasi Pasien Sectio Caesarea Christin J. Purimahua; Emiliani Elsi Jerau; Ikit Netra Wirakhmi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.384

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, gelisah, takut, khawatir, dan tidak tentram. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan terapi musik klasik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pasien pra operasi sectio caesarea. Peserta kegiatan berjumlah 25 pasien yang akan menjalani operasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian edukasi secara verbal menggunakan buku saku. Edukasi meliputi penjelasan tentang teknik relaksasi genggam jari, manfaat terapi musik klasik, serta dampak kecemasan jika tidak ditangani. Edukasi berlangsung selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan intervensi relaksasi genggam jari disertai terapi musik klasik Beethoven selama 15 menit. Untuk mengukur kecemasan digunakan kuesioner STAI-S melalui pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas peserta berada pada kategori kecemasan sedang 11 peserta (44%) dan kecemasan berat 11 peserta (44%). Setelah intervensi, mayoritas peserta mengalami penurunan kecemasan dengan 12 orang (68%) berada pada kategori kecemasan ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi, relaksasi, dan musik klasik dapat menjadi strategi efektif dalam manajemen kecemasan pra operasi. Luaran kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan pasien tentang relaksasi genggam jari dengan terapi musik klasik, penurunan kecemasan pra operasi berdasarkan hasil kuesioner STAI-S, penyusunan buku saku edukasi, dokumentasi kegiatan, serta data pendukung untuk publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi genggam jari dan terapi musik klasik terbukti efektif menurunkan kecemasan pasien pra operasi.