Askurifa'i Baksin
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Komunikasi Interpersonal dalam Bertetangga Muhammad Faizal Ramdhan; Askurifa'i Baksin
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.10848

Abstract

Abstract. This research is motivated by film as a mass communication medium that can represent social reality. With film, audiences can see a reality that occurs in other environments. Interpersonal communication that occurs in neighbors can be represented in the film. The film that will be analyzed in this study is the film "A Man Called Otto" which will be premiered in Indonesia in January 2023. The purpose of this research is to find out the meaning of interpersonal communication representation in the film. The research method used in this study is a qualitative research method with Christian Metz's semiotic analysis approach. The Large Syntagma is a process of analyzing film language which is divided into eight groupings. The paradigm used in this study is the constructivism paradigm which views the reality that occurs as a form or result of social construction. Data collection is done by observation and documentation. Observations will be made by observing every scene, dialogue, and shooting in the film. Documentation is done by looking forother sources that come from the internet and other literary sources. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh film sebagai media komunikasi massa yang dapat merepresentasikan realitas sosial. Dengan adanya film, khalayak dapat melihat suatu realitas yang terjadi di lingkungan yang lain. Komunikasi interpersonal yang terjadi dalam bertetangga dapat direpresentasikan dalam film. Film yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah film “A Man Called Otto” yang penayangan perdanya di Indonesia pada Januari 2023. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna representasi komunikasi interpersonal dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Christian Metz. Sintagmatik Besar adalah proses analisis bahasa film yang dibagi kedalam delapan pengelompokkan. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivisme yang memandang realitas yang terjadi adalah bentuk atau akibat dari konstruksi sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Observasi akan dilakukan dengan cara mengamati setiap adegan, dialog, dan pengambilan gambar yang ada pada film tersebut. Dokumentasi dilakukan dengan mencari sumber lain yang berasal dari internet dan sumber literatur lainnya.
Makna Komunikasi Keluarga Broken Home Muhammad Pippo Ferozzi Supriadi; Askurifa'i Baksin
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13042

Abstract

Abstract. Film has a uniqe characteristic to reach a wide public and have a function to broaden a perspective on social issue and culture. One of the films that discusses the issue of post-divorce and family communication is Daren Arofonsky's The Whale. The Whale is a sad and touching story about a man named Charlie who is isolated himself from the world after a divorce and the death of his partner, only to find himself dying with obesity wanting to reconnect with his daughter. This film illustrates how family communication as a bride to reconnecting relationship between family members post-divorce. The purpose of this study is to see the meaning of broken home family communication in The Whale film, this meaning is explained based on the level of reality, level of representation, and level of ideology that is appropriate with John Fiske's semiotic theory. This study was compiled using qualitative analysis methods to describe the meaning family communication on broken home family. Result from this study from the analysis on three level suggesting the effectiveness of family communication to reconnect with a family member post-divorce. Abstrak. Film dengan karakteristik uniknya yang dapat mencakup khalayak luas dan memperluas perspektif mengenai isu sosial dan kultural . Salah satu film yang membahas mengenai isu perceraian dan komunikasi pada angota keluarga adalah film The Whale karya Daren Arofonsky. Film The Whale adalah kisah sedih dan menyentuh tentang seorang pria bernama Charlie yang mengasingkan diri dari dunia setelah percerain dan kematian pasangannya, dimana dirinya yang obesitas dan sekarat ingin berhubungan kembali dengan anak perempuanya. Film ini menggambarkan kekuatan komunikasi keluarga dalam menjadi jembatan dalam memperbaiki kembali hubungan keluarga pasca perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat makna komunikasi keluarga broken home pada film The Whale, makna tersebut dijelaskan dengan berdasarkan level realitas, level representasi, dan level ideologi yang sesuai dengan teori semiotika John Fiske. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode analisis kualitatif untuk mendeskripsikan makna yang terbentuk. Hasil dari ketiga level analisis yang menunjukan efektivitas komunikasi keluarga dalam menjadi jembatan dalam membangun kembali hubungan keluarga pasca perceraian.