Abstrak Spektrum glorifikasi era post-truth antara modernitas dan globalisasi kian berkembang menggiring nalar maupun opini dalam segala lingkup kehidupan masyarakat. Salah satu budaya yang tumbuh beriringan dengan berkembangnya teknologi adalah pop culture (budaya pop). Melalui media massa sebagai representasi pop culture di era post-truth yang tidak tidak memiliki landasan teoritis yang jelas dan mengedepankan emosi serta keyakinan personal dibandingkan dengan bukti objektif, kemudian memunculkan tendensi tren ritual pra-pernikahan sebagai pergulatan identitas atau eksistensi diri pada masyarakat. Diskursus mengenai ritual pra-pernikahan ini, fokus kajiannya adalah bagaimana eksistensi pop culture dalam ritual pra-perkawinan, sekaligus bagaimana ritual pra-perkawinan di era pos-truth.Jenis penelitian ini adalah penelitian field research dan bersifat kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan filosofis. Metode library research digunakan untuk mengatahui pergulatan eksistensi pop culture dalam ritual pra-pernikahan di era post-truth.Adapun hasil dari penelitian ini adalah ritual pra-pernikahan merupakan produk dari pop culture sebagai tren terkini. Secara konsensus berkaitan dengan representasi eksistensi diri, memiliki relasi dengan media sosial, menjadikan masyarakat konsumtif, dan hanya untuk keuntungan komoditas. Selain itu, ritual pra-pernikahan sebagai ritual eksistensi yang muncul karena pengaruh masifnya media masa dan teknologi, maka ritual tersebut sebagai produk dari pop culture di era post-truth.Kata kunci: Pop Culture, Ritual Pra-pernikahan, Post Truth.