Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Berbagi Informasi dan Koordinasi Rantai Pasok terhadap Kinerja Rantai Pasok Kopra di Desa Tolombukan Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Virgin I. M. Lumbu; Arrazi Bn. H. Jan; Christy N. Rondonuwu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14074

Abstract

Kopra menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat Desa Tolombukan, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, namun pengelolaan rantai pasoknya masih terhambat oleh keterlambatan informasi harga dan permintaan pasar serta koordinasi antara petani dan pedagang pengumpul yang belum berjalan optimal. Kondisi ini menyebabkan efisiensi distribusi kopra belum berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagi informasi dan koordinasi rantai pasok terhadap kinerja rantai pasok kopra, baik secara simultan maupun parsial. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 petani kopra yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 144 petani di Desa Tolombukan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagi informasi dan koordinasi rantai pasok secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasok, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,528. Secara parsial, koordinasi rantai pasok terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sementara berbagi informasi belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja rantai pasok. Temuan ini mengindikasikan bahwa koordinasi rantai pasok merupakan faktor yang lebih dominan dalam mendorong kinerja rantai pasok kopra dibandingkan sekadar pertukaran informasi. Oleh karena itu, penguatan mekanisme koordinasi antarpelaku rantai pasok menjadi prioritas penting bagi pengembangan usaha kopra di Desa Tolombukan pada masa mendatang.