Arif Ansori
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kegagalan Komunikasi Antarbudaya Suku Dayak dan Madura pada Konflik Sampit Tahun 2001 Arif Ansori
Jurnal Ilmu Komunikasi (J-IKA) Vol 10, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/kom.v10i2.21113

Abstract

Kegagalan komunikasi antarbudaya merupakan fenomena yang kerap terjadi dalam ranah multikultural. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang bermuara pada konflik antarbudaya. Contoh konflik antarbudaya di Indonesia adalah konflik antara suku Dayak dan suku Madura di Sampit tahun 2001. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak kegagalan komunikasi antarbudaya suku Dayak dan suku Madura di Sampit tahun 2001. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, data diperoleh melalui sumber sekunder berupa buku maupun artikel jurnal yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian mengungkap penyebab kegagalan komunikasi antarbudaya antara kedua suku meliputi kurangnya pengetahuan akan suatu etnis, akumulasi konflik berkepanjangan, kurangnya penerapan komunikasi empatik, serta kegagalan pemerintah dalam mengkaji kebijakan transmigrasi. Dampak yang ditimbulkan dari kegagalan komunikasi antarbudaya meliputi dampak kemanusian berupa korban jiwa serta ratusan ribu penduduk harus mengungsi. Dampak sosial berupa memburuknya hubungan suku Dayak dan suku Madura. Dampak ekonomi berupa kerusakan infrastruktur dan sumber daya alam.
Kegagalan Komunikasi Antarbudaya Suku Dayak dan Madura pada Konflik Sampit Tahun 2001 Arif Ansori
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 10 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v10i2.11621

Abstract

Kegagalan komunikasi antarbudaya merupakan fenomena yang kerap terjadi dalam ranah multikultural. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang bermuara pada konflik antarbudaya. Contoh konflik antarbudaya di Indonesia adalah konflik antara suku Dayak dan suku Madura di Sampit tahun 2001. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak kegagalan komunikasi antarbudaya suku Dayak dan suku Madura di Sampit tahun 2001. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, data diperoleh melalui sumber sekunder berupa buku maupun artikel jurnal yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian mengungkap penyebab kegagalan komunikasi antarbudaya antara kedua suku meliputi kurangnya pengetahuan akan suatu etnis, akumulasi konflik berkepanjangan, kurangnya penerapan komunikasi empatik, serta kegagalan pemerintah dalam mengkaji kebijakan transmigrasi. Dampak yang ditimbulkan dari kegagalan komunikasi antarbudaya meliputi dampak kemanusian berupa korban jiwa serta ratusan ribu penduduk harus mengungsi. Dampak sosial berupa memburuknya hubungan suku Dayak dan suku Madura. Dampak ekonomi berupa kerusakan infrastruktur dan sumber daya alam