Muhammad Ulul Albab
STIT Raden Santri Gresik

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Urgensi Pendidikan Islam dalam Mengatasi Tantangan Moralitas Masyarakat 5.0 Muhammad Ulul Albab; Ananda Meita; Akhmad Khamdani
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Prodi PAI STIT Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam sebagai salah satu bagian dari sistem pendidikan di Indonesia, menghadapi berbagai masalah dan tantangan Era Society 5.0. Realitas ini menuntut pola pikir terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kenyataan tersebut menjadikan tujuan penelitian ini membahas tuntas segala gejala Pendidikan Islam dalam menjawab era tersebut. Salah satu tantangan pendidikan Islam di era Society 5.0 ini adalah masih adanya dikotomi baik pada keilmuan maupun pengelolaan pendidikan. Harapan ke depannya peran keilmuan maupun pengelola Pendidikan bisa mencapai titik temu sebagai solusi kesatuan dalam membangun Pendidikan Islam yang baik. Kajian tentang gagasan pendidikan Islam ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bersumber pada kajian kepustakaan. Artikel ini berargumen bahwa seharusnya pendidikan Islam melakukan upaya dedikotomi dengan pendekatan disruptive mindset, reshape or create, dan self driving. Pembaharuan pendidikan Islam dilakukan dengan pendekatan integratif-interkonektif keilmuan melalui aspek regulasi maupun pengembangan kurikulum
Perbandingan Penafsiran Makna Imlaq Menurut Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab Muhammad Esa Prasastia Amnesti; Muhammad Ulul Albab
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Prodi PAI STIT Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penafsiran Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat larangan membunuh anak dalam surah al-An’am ayat 151 dan surah al-Isra’ ayat 31. Ketakutan akan kemiskinan menjadi momok larangan dalam Islam yang meragukan sang pemberi rizki terbaik di alam jagad ini. Penyelesaian permasalahan tersebut menggunakan library research, yakni penelaahan terhadap beberapa literatur atau karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Adapun sumber data penelitian ini adalah kitab suci al-Quran dan buku-buku tafsir yang berbahasa indonesia dan asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran kata Imlaq dari kedua mufasir berarti fakir, akan tetapi dalam kasus yang berbeda. Dalam QS. al-An’am menafsirkan bahwa motifasi pembunuhan yang dibicarakan oleh ayat al-An’am itu, adalah kemiskinan yang sedang dialami oleh ayah dan kekhawatirannya akan semakin terpuruk dalam kesulitan hidup akibat lahirnya anak. Adapun dalam surah Al-Isra’: 31 maka kemiskinan belum terjadi, baru dalam bentuk kekhawatiran. Karena itu dalam ayat tersebut ada penambahan kata “khasyyat” yakni takut. Kemiskinan yang dikhawatirkan itu adalah kemiskinan yang boleh jadi akan dialami anak. Oleh karena itu, hasil perbandingan penafsiran ini menjadi solusi kekhawatiran akan kemiskinan dalam merawat anak-anak.
Kaligrafi Sebagai Jalan Prestasi: Studi Inovasi Pembelajaran Seni Islam Di MI Al Fatah Sukorejo Gresik Fahmul Hikam Al Ghifari; Muhammad Ulul Albab
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Prodi PAI STIT Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam pembelajaran seni Islam melalui penguatan pendidikan kaligrafi di MI Al Fatah Sukorejo Gresik serta kontribusinya terhadap peningkatan prestasi siswa. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kaligrafi dalam kurikulum tidak hanya memperkuat keterampilan seni dan estetika siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Inovasi pembelajaran seperti pengenalan kaligrafi kontemporer, lomba kaligrafi internal, dan pemanfaatan media digital, terbukti efektif dalam membangun minat belajar. Guru menjadi aktor utama dalam menumbuhkan semangat berprestasi melalui pendekatan personal dan apresiatif terhadap karya siswa. Selain itu, pembelajaran kaligrafi terbukti menjadi sarana alternatif pembinaan prestasi non-akademik di madrasah, terutama bagi siswa dengan kecenderungan visual dan motorik yang kuat. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran seni Islam berbasis potensi lokal dan kultural. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dasar Islam dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual dan transformatif.