Sri W. Rahmawati
Faculty of Psychology, Universitas Tama Jagakarsa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengambilan keputusan seorang istri dalam pernikahan poligami Sri W. Rahmawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu9

Abstract

Pernikahan poligami merupakan realitas sosial yang terdapat pada masyarakat kita, yang ditanggapi dengan berbagai respon. Dinamika perjalanan pernikahan merupakan sesuatu yang unik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tentang proses pengambilan keputusan pada wanita yang menjalani pernikahan poligami, pada saat pernikahannya memasuki usia ke 11 tahun. Pengambilan keputusan yang dilakukan dimaksudkan untuk memperoleh hasil yang diharapkan dan terhindar dari konlik. Pendekatan kualitatif dilakukan karena pendekatan ini memberikan penghayatan yang lebih mendalam terhadap perilaku manusia yang sulit dikuantiikasikan. Pengambilan keputusan yang diambil bukanlah merupakan proses sederhana, karena di dalamnya terdapat banyak pertimbangan yang dipengaruhi pula oleh faktor subjektif seperti preferensi nilai, maupun faktor lingkungan.
Resiliensi taruna STP dari keluarga pelaku utama perikanan Sri W. Rahmawati; Mira Rizki Wijayani
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu16

Abstract

Kehidupan kampus berasrama pada sekolah kedinasan dengan tuntutan sosial serta akademik, mengharuskan peserta didik (disebut juga dengan taruna) memiliki mental yang tangguh. Risiko kehidupan kampus tersebut menciptakan sebuah kondisi yang menekan. Ada beberapa cara untuk mengatasi persoalan menekan tersebut, diantaranya adalah: menghadapi permasalahan yang terjadi; beradaptasi dengan kenyataan; dan mengatasi tantangan dengan cepat. Mereka yang berhasil mengatasi permasalahan, bahkan bangkit menjadi individu yang lebih kuat, akan menemukan kehidupan yang lebih baik. Individu-individu ini dikatakan sebagai individu yang resilien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dinamika resiliensi taruna Sekolah Tinggi Perikanan (STP) yang berasal dari keluarga/pelaku utama perikanan. Subjek penelitian terdiri dari empat taruna yang berasal dari dua jenis kelamin; memiliki latar belakang asal daerah yang berbeda; serta berasal dari keluarga pumakan (pelaku utama perikanan). Hasil analisis dari penelitian, secara kualitatif dapat terlihat variasi tingkat resiliensi subjek dalam menghadapi persoalan. Variasi terjadi pada faktor-faktor resilensi. Namun pada aspek optimisme dan eikasi diri, keseluruhan subjek menunjukkan hasil yang positif. Selain itu, faktor protektif juga memiliki pengaruh yang berarti. Faktor protektif tersebut yaitu dukungan sumber daya dan karakteristik positif dari individu; komunitas sosial serta dukungan keluarga. Keseluruhannya memperkuat cara coping yang adaptif terhadap persoalan yang terjadi.
Peran conscientiousness personality trait dan iklim sekolah dalam pencegahan perundungan Sri W. Rahmawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran trait kepribadian dan iklim sekolah terhadap perundungan. Riset terhadap 616 siswa yang berasal dari lima wilayah provinsi DKI Jakarta dilakukan dengan menggunakan teknik sampling kluster acak. Skala NEO PI-R, Skala Iklim Sekolah, serta Skala Perundungan digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara aspek (trait) kepribadian conscientiousness dan tujuan dan norma sekolah terhadap perundungan. Hasil riset membuktikan hipotesis yang telah ditegakkan, yaitu aspek kepribadian conscientiousness serta tujuan dan norma sekolah memiliki korelasi negatif yang signifikan terhadap perundungan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa sifat kepribadian conscientiousness memberikan kontribusi sebesar 4.2 % terhadap perilaku perundungan pada siswa; sementara peran tujuan dan norma sekolah terhadap perundungan adalah sebesar 3.8 %. Dapat disimpulkan bila pencegahan perundungan di sekolah perlu memperhatikan pengembangan kepribadian siswa, maupun pembenahan iklim sekolah agar memeroleh hasil optimal.