Ivong Rusdiyanti
Politeknik Unggulan Kalimantan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kunjungan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Di Desa Ivong Rusdiyanti
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.918

Abstract

Menigkatnya kasus Penyakit Tidak Menular merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut, Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah adalah Pos Pembinaa Terpadu penyakit tidak menular, program tersebut digalakkan guna peningkatan mutu dan derajat kesehatan serta pelayanan kesehatan. Peran masyarakat secara mandiri dan berkesinambungan sangat diperlukan untuk mengendalikan factor resiko penyebaran Penyakit Tidak Menular., dengan pencegahan faktor risiko penyakit tidak menular dapat dilakukan sejak dini dan kejadian penyakit tidak menular di masyarakat dapat diminimalkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kunjungan ke pos pembinaa terpadu penyakit tidak menular Di Desa Bulupitu. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh sasaran pembinaa terpadu penyakit tidak menular sejumlah 3426 orang. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik sampling random atau acak sebanyak 97 orang. Data primer menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif dan non-parametrik.Uji statistic yang dignakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji non –parametrik yaitu analisis Chi-Kuadrat. Hasil analisa data menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, pengetahuan, pekerjaan, penghasilan, jarak, dan peran kader mempunyai korelasi dengan keaktifan kunjungan pembinaan terpadu penyakit tidak menular setiap bulan, sedangkan Pendidikan, dukungan keluarga seseorang tidak mempunyai korelasi dengan keaktifan kunjungan pembinaan terpadu penyakit tidak menular.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Ibu Dalam Memilih Tempat Persalinan Di BPM Ivong Rusdiyanti
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i2.921

Abstract

Capaian keberhasilan upaya kesehatan pada ibu, salah satunya terlihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Upaya untuk menekan resiko AKI antara lain menganjurkan kepada masyarakat agar persalinan yang aman ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan dilakukan di fasilitas kesehatan, bidan adalah tenaga kesehatan yang salah satunya memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak secara langsung. Bidan memiliki kedudukan memberikan kemudahan dalam pelayanan masa persalinan, promosi dan konsultasi kesehatan untuk ibu dan anak, serta melakukan deteksi dini terhadap kasus rujukan khususny di pedesaan. Salah satu sarana pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak adalah BPM (Bidan Praktek Mandiri). Menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan ibu hamil dalam memilih tempat persalinan Di Bidan Praktek Mandiri Bidan Jaleha. Penelitian dilakukan dengan survey analitik dan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2017. Jumlah sampel adalah 30 responden, teknik yang digunakan adalah total sampling. Data yang dikumpulkan ini menggunakan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Uji chi-square digunakan ntuk analisis data. Hasil analisa data menunjukkan bahwa faktor pekerjaan dan jumlah anak mempunyai korelasi dengan pemilihan tempat persalinan di BPM, sedangkan pendidikan, pendapatan, dan jarak tidak mempunyai korelasi dengan pemilihan tempat persalinan di BPM. Pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah anak, dan jarak secara simultan hanya mempengaruhi sebesar 37,1 % terhadap pemilihan tempat persalinan di BPM dan jumlah anak menjadi faktor dominan yang mempengaruhi.
Relationship Between Knowledge And Administration With Attitudes To Smoking Behavior Of Male Students In Mts Zainul Ulum Village Ganjaran Gondanglegi Kabupaten Malang Ivong Rusdiyanti; Khairul Anam
Healthy-Mu Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v2i1.922

Abstract

Peningkatan jumlah perokok remaja di Indonesia terjadi setiap tahun. Remaja mulai merokok akibat dari pengaruh lingkungan sosial. Salah satu yang mempengaruhi kebiasaan merokok pada remaja adalah lingkungan pergaulannya. Perilaku merokok ini cenderung dilakukan oleh remaja khususnya laki-laki. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pergaulan dengan sikap terhadap perilaku merokok siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juli 2018. Jumlah sampel 70 orang dengan teknik sampling secara random, menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Uji statistik dengan chi square. Hasil yang diperoleh adalah ada hubungan antara pengetahuan dan pergaulan dengan sikap terhadap perilaku merokok siswa laki-laki dengan nilai P=0,000 < α = 0,05. Diharapkan agar siswa dapat memilih pertemanan yang baik sehingga yang dapat mendukung prestasi belajar dan tidak terjerumus pada kegiatan negatif, serta pihak sekolah dapat memantau kegiatan siswanya terutama saat berada dilingkungan sekolah dengan memberikan kegiatan yang positif.