Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PREDIKSI ADMET DAN MOLECULAR DOCKING METABOLIT SEKUNDER CENTELLA ASIATICA SEBAGAI CALON ANTIKANKER PAYUDARA Farah Fadhilah Faza; Dini Kesuma; Azminah
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1413

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditandai oleh pembelahan sel payudara yang tidak terkendali, karena mutasi atau perubahan abnormal. Doxorubicin adalah agen kemoterapi standart untuk kanker payudara, namun memiliki efek samping dan dapat menyebabkan resistensi obat. Pemanfaatan bahan alam Indonesia dapat digunakan sebagai sarana pengobatan alternatif/komplementer, dengan keunggulan efek samping relatif kecil dibanding bahan kimia sintetis. Centella asiatica adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional antikanker. Dalam pengembangan dan penemuan obat baru membutuhkan biaya yang besar, waktu yang lama serta tenaga yang banyak karena perlu dilakukan uji coba dan sintesis pada sebagian besar prosesnya tanpa adanya desain atau alasan yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik metabolit sekunder Centella asiatica, secara in silico. Pengujian yang dilakukan adalah prediksi sifat fisikokimia druglikeness, ADME-Tox, serta molecular docking metabolit sekunder dan obat pembanding Doxorubicin terhadap target reseptor SIRT1 (kode PBD: 4I5I.pdb) mengguankan program Autodock Vina. Dengan hasil energi ikatan yang lebih baik daripada obat pembanding Doxorubicin (-9,46kkal/mol), yaitu 3-O-cis-Caffeoylquercetin (-10.34kkal/mol), Quercetin (-10.28kkal/mol), dan 3-O-cis-Coumaroyl-kaempferol (-10.19kkal/mol). Maka metabolit sekunder Centella asiatica terbaik secara in sillico, yang dapat digunakan sebagai calon antikanker payudara adalah 3-O-cis-Caffeoylquercetin.
PREDIKSI ADMET DAN MOLECULAR DOCKING METABOLIT SEKUNDER CENTELLA ASIATICA SEBAGAI CALON ANTIKANKER PAYUDARA Farah Fadhilah Faza; Dini Kesuma; Azminah
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1413

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditandai oleh pembelahan sel payudara yang tidak terkendali, karena mutasi atau perubahan abnormal. Doxorubicin adalah agen kemoterapi standart untuk kanker payudara, namun memiliki efek samping dan dapat menyebabkan resistensi obat. Pemanfaatan bahan alam Indonesia dapat digunakan sebagai sarana pengobatan alternatif/komplementer, dengan keunggulan efek samping relatif kecil dibanding bahan kimia sintetis. Centella asiatica adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional antikanker. Dalam pengembangan dan penemuan obat baru membutuhkan biaya yang besar, waktu yang lama serta tenaga yang banyak karena perlu dilakukan uji coba dan sintesis pada sebagian besar prosesnya tanpa adanya desain atau alasan yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik metabolit sekunder Centella asiatica, secara in silico. Pengujian yang dilakukan adalah prediksi sifat fisikokimia druglikeness, ADME-Tox, serta molecular docking metabolit sekunder dan obat pembanding Doxorubicin terhadap target reseptor SIRT1 (kode PBD: 4I5I.pdb) mengguankan program Autodock Vina. Dengan hasil energi ikatan yang lebih baik daripada obat pembanding Doxorubicin (-9,46kkal/mol), yaitu 3-O-cis-Caffeoylquercetin (-10.34kkal/mol), Quercetin (-10.28kkal/mol), dan 3-O-cis-Coumaroyl-kaempferol (-10.19kkal/mol). Maka metabolit sekunder Centella asiatica terbaik secara in sillico, yang dapat digunakan sebagai calon antikanker payudara adalah 3-O-cis-Caffeoylquercetin.
Activities of Chalcone Derivatives from Boesenbergia rotunda Against Human Estrogen Receptor Alpha of Breast Cancer by In Silico Maria Claudya; Dini Kesuma; Aguslina Kirtishanti; I Gede Ari Sumartha; Marsha Anggita Amelia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.8865

Abstract

The high prevalence of cancer must be overcome with prompt and appropriate prevention and treatment. New drug design is an effort to develop existing drugs, and their molecular structure and biological activity have been known through structural modification. It encourages researchers to explore Indonesia's natural resources, especially plants with anticancer activity, namely by synthesizing chalcone-derived compounds derived from the isolation of Fingerroot rhizomes (Boesenbergia rotunda). The most common flavonoid compound found in rhizomes fingerroot plants is pinostrobin. Pinostrobin compounds and their derivatives are synthesized, resulting in chalcone compounds and their derivative modifications. The author conducted an in-silico test on pinostrobin compounds and 19 of their derivatives, chalcone compounds, and 18 derivatives using estrogenic-a receptors with PDB codes 3ERD and 1G50. The author hoped that from this silico test, compounds with more potential as anticancer for breast cancer would be obtained based on the results of docking with 3ERD and 1G50 receptors and can then be synthesized. In the results of this study, the compounds Bis-4-bromobenzyoxychalcone and Bis-4-chlorobenzyloxychalcone are the most appropriate compounds to be synthesized. It is hoped that in the future, they can be continued with activity tests of these compounds, both in vitro and in vivo, because these compounds are predicted to have the best activity and do not have hepatotoxic or other toxicity effects