p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pharmacoscript
Anggadiredja Kusnandar
Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI EFEK ANTIDEPRESAN EKSTRAK DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa (KORTH.) PADA MENCIT JANTAN GALUR Swiss Webster Tarigan Selvianita; Anggadiredja Kusnandar
Pharmacoscript Vol. 7 No. 2 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i2.1722

Abstract

Antidepresan yang selama ini telah digunakan memiliki beberapa kekurangan terutama terkait keamanannya. Bahan alam dapat menjadi alternatif, dan salah satunya adalah kratom (Mitragyna speciosa Korth.), yang telah ditunjukkan memiliki aktivitas biologi pada sistem saraf.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antidepresan ekstrak etanol kratom pada model mencit depresi. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi ke dalam 5 kelompok dengan perlakuan berbeda, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (fluoksetin 5 mg/kgBB) dan kelompok perlakuan dengan konsentrasi dosis 50mg/kgBB, 100mg/kgBB dan 200mg/kgBB. Tingkat depresi diukur dengan 5 parameter yang didapat melalui open-field test (Tcenter, Tborder, Tperiphere, dan jarak tempuh) dan forced swimming test (immobility time), dilanjutkan dengan pengamatan konsentrasi kortisol. Selanjutnya, dilakukan uji statistic dengan metode ANOVA dan post-hoc dengan metode Tukey untuk melihat signifikansi perbedaan ke-3 kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol negatif. Berdasarkan hasil pengamatan, mencit yang mengonsumsi ekstrak daun kratom sebesar 100 mg/kgBB dianggap memiliki efek antidepresan paling kuat, ketika dibandingkan dengan kelompok kontrol pada pengamatan Tcenter (rata-rata 6,92 ± 4,27%), Tperifer (80,02 ± 12,44%), jarak tempuh (7.033,08 ± 1.541,85 cm), dan immobility time (98,89 ± 13,95 detik). Hal tersebut diperkuat dengan perbandingan konsentrasi kortisol antara kelompok yang diadministrasikan daun kratom dengan dosis 100 mg/kgBB.