Meidy Haviz
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Jagung Muhamad Firmansyah; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10566

Abstract

Abstract. Maize is one of the commodities of food crops that can play a role in the development of the agricultural sector in Indonesia and has contributed to raising the income of the state one of efforts in increasing the incomes of the people in Indonesia on the development towards the agriculture sector. Because corn farming in the management process is done in a simple way it becomes the main source of livelihood of the community in the village of Rajamandala Kulon. To measure how much the influence of each independent variable on the dependent variable (income), the study used the double linear regression method, using E-views 10 software. The population used by 28 corn farmers is in Rajamandala Kulon Village, Cipatat district, West Bandung district. Then, the dependent variables are income and the independent variable are land, fertilizer, pesticide, seed, labour, and output prices. The results of the research showed that independent variables (land area, fertilizer, pesticide, seed, labour, and output price) influenced mutually (F test) on income with a probability f-statistic of 0,000 on alpha of 5%. Partially (T test), variable X1 (Land area) had a significant influence on Y (income), and variable Fertilizer (X2), Pesticide (X3), Seed (X4), Workforce (X5) and Output Price (X6) did not influence mutually on income. From the regression results obtained R-Squared value of 0.952926 which means variation variable Y (income) can be explained that variation independent variable soil area, fertilizer, pesticide, seed, labour, and the output price (grass) of 95.3% and the remaining 4.7% explained by other factors not included in the model. Abstrak. Jagung merupakan salah satu komiditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia dan memiliki kontribusi meningkatkan pendapatan negara salah satu upaya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Indonesia atas pengembangan terhadap sektor pertanian. Karena pertanian jagung dalam proses pengelola dilakukan secara sederhana hal ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di Desa Rajamandala Kulon. Untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari masing– masing variabel independen terhadap variabel dependen (pendapatan), penelitian menggunakan metode regresi linear berganda, menggunakan sofware E-views 10. Populasi yang digunakan 28 petani jagung yang ada di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian, variabel dependen yaitu pendapatan dan variabel independen yaitu luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) berpengaruh secara serempak (uji F) terhadap pendapatan dengan probablitias f-statistic sebesar 0,000 pada alpha sebesar 5%. Secara parsial (uji T), variabel X1 (Luas Lahan) berpengaruh signifikan terhadap Y (pendapatan), dan variabel Pupuk (X2), Pestisida (X3), Benih (X4), Tenaga Kerja (X5) dan Harga Output (X6) tidak berpengaruh singifikan terhadap pendapatan. Dari hasil regresi didapatkan nilai R-Squared sebesar 0,952926 yang artinya variasi variabel Y (pendapatan) dapat dijelaskan bahwa variasi variabel independen yaitu luas lahan, pupuk, pestisida, benih, tenaga kerja, dan harga output (jagung) sebesar 95,3% dan sisanya sebesar 4,7% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Coffee Shop di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Adi kurniawan; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.11700

Abstract

Abstract. Coffee shops, which are one part of MSMEs that experience an increasing trend in Indonesia and have contributed to providing many job opportunities and increasing state income, are one of the efforts in poverty alleviation in Indonesia for the development of the MSME sector. And in an effort to develop coffee shops that have increased in trend, there is an uneven problem of representation between fellow coffee shop MSME business actors due to competitive competition in businesses that are experiencing an increase in this trend which makes coffee shop business actors in Pangkalan Kerinci compete to increase income so that it is necessary to examine the factors that influence it. To measure how much influence each independent variable has on the dependent variable (income) of this study, the researchers used the multiple linear regression method, while the software used was E-views 10. The population used is 22 coffee shops in Pangkalan Kerinci, Pelalawan Regency, Riau Province. Then, the variables used in this study are dependent variables, namely income and independent variables, namely capital, labor, sales volume, business location. The results showed that the independent variables (capital, labor, sales volume, business location) had an effect simultaneously (F test) on the dependent variable (income) with an f-statistic probability of 0.000 at an alpha of 5%. And partially (t test), variable X1 (capital), X2 (labor), D1 (business location) has a significant effect on Y (income), while variable X3 (sales volume) has no effect on Y (income). Abstrak. coffee shop yang merupakan salah satu bagian dari UMKM yang mengalami peningkatan tren di Indonesia dan memiliki kontribusi dalam menyediakan banyak kesempatan kerja dan menambah pendapatan negara yang merupakan salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia atas pengembangan terhadap sektor UMKM. Dan dalam upaya pengembangan coffee shop yang mengalami peningkatan tren tersebut terdapat permasalahan pendpatan yang tidak merata antar sesama pelaku usaha UMKM coffee shop dikarnakan adanya persaingan yang kompetitif dalam usaha yang sedang mengalami peningkatan tren ini yang membuat para pelaku usaha coffee shop di Pangkalan Kerinci berkompetisi untuk meningkatkan pendapatan sehingga perlu diteliti faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengukur seberapa besar pengaruh dari masing – masing variabel independen terhadap variabel dependen (pendapatan) penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode regresi linear berganda, sementara software yang digunakan adalah E-views 10. Populasi yang digunakan adalah 22 coffee shop yang ada di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kemudian, variabel yang digunakan pada penelitian ini ada variabel dependen yaitu pendapatan dan variabel independent yaitu modal, tenaga kerja, volume penjualan, lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan variabel independen (modal, tenaga kerja, volume penjualan, lokasi usaha) berpengaruh secara serempak (uji F) terhadap variabel dependen (pendapatan) dengan probabilitas f-statistic sebesar 0.000 pada alpha sebesar 5%. Dan secara parsial (uji t), variabel X1 (modal), X2 (tenaga kerja), D1 (lokasi usaha) berpengaruh signifikan terhadap Y (pendapatan), sedangkan variabel X3 (volume penjualan) tidak berpengaruh terhadap Y (pendapatan).