Virly Tri Nandika Mulyana
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Bersaing pada Jasa Ekspedisi JNE Cabang Kota Bandung Virly Tri Nandika Mulyana; Dewi Rahmi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.14429

Abstract

Abstract. Competitive strategy is a strategy achieved by using or demonstrating competitive advantage. To find out how competitive strategies in expedition services can be done using the Porter's five force Model approach. Formulated into five determining factors, namely Competition between companies, Threat of new entrants, Threat of substitute products, Bargaining power of buyers, Bargaining power of suppliers. The purpose of this study is to determine what alternative competitive strategies are appropriate for JNE Expedition Services, Bandung City Branch in facing business competition conditions in the existing industry. The research method used in this study is descriptive qualitative. Data analysis is obtained from interviews and documentation and then draws conclusions. The sample used is one person as a party representing JNE. The analysis method used is Porter's five force Model analysis to determine alternative competitive strategies in JNE Expedition Services, Bandung City Branch. The results of the study show that 1. The entry of newcomers in the expedition service industry, especially in Bandung City, is relatively difficult to enter the industry, because some industries have their own brands and customer loyalty, 2. The threat of substitute service products felt by JNE does not have much impact, because according to informants it is explained that the types of services provided by JNE are diverse and varied, followed by prices and types of estimated delivery times, 3. Buyer dominance will also depend on the amount of demand, the more demand the bargaining power will increase, 4. When companies or other competitors buy packaging raw materials (plastic, bubble wrap, etc.) in larger quantities, the price given is cheaper, 5. In facing competition between competitors in similar industries, the strategy used by JNE Bandung City Branch is to expand demand and improve and maintain product quality. Abstrak. Strategi bersaing merupakan strategi yang dicapai dengan menggunakan atau menunjukkan keunggulan kompetitif. Untuk mengetahui bagaimana strategi bersaing dalam jasa ekspedisi dapat dilakukan dengan pendekatan Porter’s five force Model. Dengan dirumuskan kedalam lima faktor penentu yaitu Persaingan antar perusahaan, Ancaman pendatang baru, Ancaman produk pengganti, Kekuatan tawar-menawar pembeli, Kekuatan tawar-menawar pemasok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alternatif strategi bersaing apakah yang sesuai dengan Jasa Ekspedisi JNE Cabang Kota Bandung dalam menghadapi kondisi persaingan bisnis di industri yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi kemudian membuat kesimpulan. Sampel yang digunakan satu orang sebagai pihak yang mewakili JNE. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Porter’s five force Model untuk menentukan alternatif strategi bersaing pada jasa ekspedisi JNE Cabang Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Masuknya pendatang baru di industri jasa ekspedisi khususnya Kota Bandung tergolong sulit untuk memasuki industri, dikarenakan dari beberapa industri ada merek dan kesetiaan pelanggan sendiri, 2. Ancaman produk jasa pengganti yang dirasakan oleh JNE tidak terlalu berdampak, karena menurut informan dijelaskan bahwa jenis layanan yang diberikan oleh JNE beragam dan bervariasi dengan diikuti oleh harga dan jenis estimasi waktu pengiriman, 3.Dominasi pembeli juga akan bergatung pada jumlah permintaan, semakin banyak permintaan maka kekuatan tawar menawar akan semakin meningkat, 4. Ketika perusahaan maupun pesaing lainnya membeli bahan baku pengemasan (plastic, bublewrap, dll) dengan kuantitas yang lebih banyak maka harga yang diberikan lebih murah, 5. Dalam menghadapi persaingan diantara pesaing industri sejenis, strategi yang digunakan oleh JNE Cabang Kota Bandung dengan memperluas permintaan serta meningkatkan dan menjaga kualitas produk.