Muhammad Naufal Muzhaffar
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Transaksi Non Tunai, Pendapatan, dan Suku Bunga terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia Tahun 2015-2022 Muhammad Naufal Muzhaffar; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 3 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i3.14534

Abstract

Abstract. This study examines the effect of non-cash transactions, income, and interest rates on the amount of money in circulation in Indonesia in 2015-2022. With the development of technology and the increasing adoption of non-cash payments, especially during the COVID-19 pandemic, there have been significant changes in people's transaction patterns. The World Health Organization (WHO) has recommended implementing a Cashless Society to reduce physical contact and the spread of the virus. This study uses quarterly data to analyze how non-cash payments, people's income, and interest rates affect the amount of money circulation in Indonesia. The results of the study showed that partially, there was no significant effect of non-cash transactions (p = 0.069), income (p = 0.648), and interest rates (p = 0.110) on the amount of money in circulation in Indonesia in 2015-2022, while simultaneously there was a significant effect of non-cash transactions, income, and interest rates on the amount of money in circulation in Indonesia in 2015-2022. The magnitude of the influence of non-cash transactions, income, and interest rates on the amount of money in circulation in 2015-2022 was 88.9%, while the remaining 11.1% was explained by other variables not included in this study. The results of this study are expected to provide a better understanding of monetary dynamics in the digital era and help to formulate more effective economic policies. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh transaksi non tunai, pendapatan, dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia dalam periode 2015-2022. Dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya adopsi pembayaran non tunai, terutama selama pandemi COVID-19, terjadi perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat. World Health Organization (WHO) telah menganjurkan penerapan Cashless Society untuk mengurangi kontak fisik dan penyebaran virus. Penelitian ini menggunakan data triwulanan untuk menganalisis bagaimana pembayaran non tunai, pendapatan masyarakat, dan tingkat suku bunga mempengaruhi jumlah uang yang beredar di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara parsial, tidak terdapat pengaruh yang signifikan transaksi non tunai (p= 0,069), pendapatan (p=0,648), dan suku bunga (p=0,110), terhadap jumlah uang beredar di Indonesia tahun 2015-2022, sedangkan secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan transaksi non tunai, pendapatan, dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar di Indonesia tahun 2015-2022. Besarnya pengaruh transaksi non tunai, pendapatan, dan suku bunga terhadap jumlah uang beredar Tahun 2015-2022 sebesar 88,9%, adapun sisanya 11,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika moneter di era digital dan membantu dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif.