p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Veteriner
Stephanie Ariella Gunawan
Udayana University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Total Eritrosit, Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit, dan Indeks Eritrosit Anjing Penderita Dermatitis Atopik Pascaterapi dengan Eco Enzyme Stephanie Ariella Gunawan; i nyoman suartha; nyoman sadra dharmawan
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.93

Abstract

Dermatitis atopik merupakan gangguan kulit yang terjadi pada anjing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pengobatan dengan eco enzyme terhadap anjing penderita dermatitis atopik dilihat dari perubahan total eritrosit, kadar hemoglobin, nilai hematokrit,dan indeks eritrosit. Pada penelitian ini digunakan dua kelompok anjing penderita dermatitis atopik: konsentrasi A (3 ekor) dimandikan eco enzyme konsentrasi 10% dengan interval tiga hari sekali, dan konsentrasi B (2 ekor) dimandikan eco enzyme konsentrasi 10% interval tiga hari sekali, kemudian dilanjutkan seminggu setelahnya dengan eco enzyme konsentrasi 2% dengan interval seminggu sekali. Kedua kelompok diberi perlakuan selama lima minggu. Data hematologi rutin yang diperoleh diuji dengan sidik ragam melalui pola berjenjang dan kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi eco enzyme dan lama pengamatan (minggu) tidak berpengaruh nyata terhadap total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCH, dan MCHC, meskipun begitu berpengaruh terhadap MCV. Selain itu, terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi eco enzyme terhadap lama pengamatan pada MCH. Dapat disimpulkan bahwa terapi dengan eco enzyme belum mampu memperbaiki total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, MCH, dan MCHC, namun mampu memperbaiki MCV pada anjing penderita dermatitis atopik.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Transmissible Venereal Tumor pada Anjing Kacang Betina dengan Eksisi dan Kemoterapi Stephanie Ariella Gunawan; I Gusti Agung Gde Putra Pemayun; Anak Agung Gde Jayawardhita
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.385

Abstract

Transmissible Venereal Tumor (TVT) adalah tumor umum pada anjing yang ditularkan melalui perkawinan, jilatan, atau mengendus lesi tumor anjing penderita. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan keberhasilan penanganan TVT pada anjing kacang melalui metode pembedahan dan kemoterapi. Anjing lokal/kacang betina berumur enam tahun dengan bobot badan 8,7 kg datang dengan keluhan adanya massa pada vagina disertai tetesan darah. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya sel-sel tumor berupa sel-sel limfoblas homogen polyhedral tersusun dalam stroma dengan indeks mitosis tinggi yang teridentifikasi sebagai TVT. Penanganan dilakukan dengan eksisi massa tumor dan kemoterapi dengan vincristine sulfate 0,025 mg/kg bb secara intravena diberikan seminggu pascaoperasi sebanyak empat kali berturut-turut dengan interval waktu satu minggu. Pascaoperasi diberikan injeksi antibiotik cefotaxime 20 mg/kg bb, q12h intravena selama tiga hari, dilanjutkan dengan cefixime 10 mg/kg bb, q12h per oral selama lima hari. Analgesik asam tolfenamat 4 mg/kg bb, q24h diberikan selama tiga hari pascaoperasi. Tetesan darah berhenti setelah tiga hari dan luka insisi tertutup pada hari ke-7 pascaoperasi. Pada hari ke-35 terlihat luka mengering, ukuran kelamin kembali normal, tidak ada tetesan darah, serta nafsu makan dan minum baik, dengan ini disimpulkan bahwa penanganan kasus TVT dengan metode eksisi disertai kemoterapi memberikan hasil yang baik terhadap kesembuhan pasien.