This Author published in this journals
All Journal Jurnal Veteriner
I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana
lab reproduksi dan kevidanan fkh universitas udaana bali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penampungan Semen yang Terlalu Sering Menurunkan Daya Hidup Spermazoa pada Ayam Onagadori Mawar Datu Allo Dendang; i Wayan Bebas; I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.73

Abstract

Salah satu ayam hias unik yang banyak diminati peminat ayam hias adalah ayam ekor panjang atau ayam onagadori yang berasal dari kota Nankoku Kochi, Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penampungan semen terhadap kualitas spermatozoa pada ayam onagadori. Pada penelitian digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kelompok perlakuan penampungan semen menggunakan delapan ayam onagadori dengan kisaran umur 6-7 bulan. Perlakuan pertama (P1) adalah penampungan semen aya onagadori dilakukan setiap enam hari sekali atau seminggu sekali, perlakuan kedua (P2) dalah penampungan semen ayam onagadori dilakukan tiga hari sekali atau dua kali dalam seminggu dan perlakuan ketiga (P3) penampungan semen pada ayam onagadori yang dilakukan dua hari sekali atau tiga kali dalam seminggu. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Pengamatan dilakukan terhadap kualitas spermatozoa ayam onagadori. Penampunagn semen seminggu sekali menghasilkan volume 0,087mL; konsentrasi 4,7 milyar sel/mL; motilitas 84,66%; abnormalias 8,46%; viabilitas 81,44%. Penampungan semen dua kali dalam seminggu menghasilkan volume 0,09 mL; konsentrasi 4,9 milyar sel/mL; motilitas 83,22%; abnormalitas 9,1%; viabilitas 83,87. Penampungan semen tiga kali seminggu menghasilkan volume 0,09 mL; konsentrasi 4,7 milyar sel/mL; motilitas 83,57%; abnormalitas 8,54%; viabilitas 82,32%. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan frekuensi penapungan semen pada P1, P2, dan P3 terhadap volume dan, konsentrasi, motilitas, dan abnormalitas menghasilkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05), sedangkan pada viabilitas menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05).