Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Penulisan Sejarah Nasab dari Pra-Islam Hingga Islam dan Pengaruhnya di Nusantara Ilham Muhamad Nurjaman; Fajriudin Mutaqin; Trio Nurul Fajri Putra
Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol 2, No 3 (2023): Definisi: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1557/djash.v2i3.34155

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan penulisan sejarah nasab dari masa pra-Islam hingga masa Islam, dengan fokus pada pengaruh penulisan nasab pada masa Bani Umayah dan dampaknya terhadap penulisan genealogi di Nusantara. Dalam tradisi Arab pra-Islam, masyarakat memperhatikan garis keturunan mereka, tetapi pengaruh Islam membawa perubahan signifikan dalam penulisan nasab, memperkuat tradisi penulisan sejarah, khususnya model genealogi atau al-ansab. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran historiografi Islam dengan fokus pada penulisan genealogi dari masa pra-Islam hingga masa Islam dan pengaruhnya di wilayah Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi penulisan genealogi telah berkembang sejak masa pra-Islam di Arab dan pengaruhnya sampai kepada penulisan nasab di Nusantara. Penelitian juga mengidentifikasi Rabithah Alawiyah sebagai contoh konkret dari upaya memelihara dan mengelola nasab keturunan Rasulullah SAW di Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa perkembangan penulisan sejarah nasab mencerminkan pengaruh Islam yang signifikan, dengan organisasi Rabithah Alawiyah menjadi prototipe penting dalam pemeliharaan dan pengelolaan nasab keturunan Rasulullah SAW di Nusantara.
Mohammad Rasjidi dan Konstruksi Historis Oksidentalisme Indonesia Trio Nurul Fajri Putra
Gunung Djati Conference Series Vol. 60 (2025): The 10th Conference Series Learning Class: Religious and Social Humaniora
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The historical construction of Indonesian Occidentalism developed through critiques of Western epistemological and cultural hegemony, from the colonial period to post-independence. Mohammad Rasjidi (1915-2001) emerged as a key figure in shaping Indonesian Occidentalism, a framework critiquing Western dominance. This article aims to explore Rasjidi’s views on the West, his critiques of Orientalism and modernism, and his contributions to Indonesian Occidentalism within the global discourse on decolonizing knowledge. Using a qualitative approach with library research, this study analyzes Rasjidi’s primary works and relevant secondary sources through an interpretative-historical lens. The findings show that Rasjidi played an active role in constructing Indonesian Occidentalism by criticizing the secularization and moral relativism of the West, rejecting the unfiltered adoption of Western paradigms in Islamic studies, and using Western intellectual tools to critique the West itself as a protective strategy. Rasjidi’s ideas represent the defensive-polemic phase of Indonesian Occidentalism, laying the groundwork for more dialogical-academic generations like Mukti Ali and Nurcholish Madjid, enriching the Islamic perspective in the West-East relationship in a constructive and sustainable way