Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Manajemen Pengetahuan dan Komunikasi di Pusat Rehabilitasi YAKKUM Sherly Hindra Negoro; Gregoria Arum Yudarwati; Alexander Beny Pramudyanto
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9286

Abstract

Pusat Rehabilitasi Yakkum sebagai (PRY) lembaga yang berfokus di penanganan dan dukungan pada penyandang disabilitas sejak 1982 menghadapi tantangan terkait pengelolaan pengetahuan, pengalaman dan beragam praktik baik dari lembaga. Manajemen pengetahuan (knowledge management) PRY diperlukan untuk mengeksplorasi dan mengelola hal tersebut menjadi sumber pengetahuan yang dapat diakses lembaga ataupun pemangku kepentingan terkait agar dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan lembaga. Penulis sebagai tim pengabdi menjalankan program pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan secara partisipatif pewujudan sistem manajemen pengetahuan di PRY dengan model tahapan dalam siklus Discovery- Capture-Process-Benefit & Share. Pada tahapan Discovery dan Capture, penulis bersama tim Knowledge Management PRY mengeksplorasi pengetahuan, pengalaman dan praktik baik dengan menggunakan pendekatan kontekstual What, Who, When, Where, Why, How yang dielaborasikan dengan pendekatan komunikasi Source, Message, Channel, Receiver, Effect. Hasil pendampingan partisipatif ini, tim Knowledge Management PRY berhasil merancang formula Discovery pengetahuan berbasis milestone dan aktivitas untuk dua program, yakni 1) Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi pada Kelompok Disabilitas, 2) Pengembangan Pendidikan Inklusi. Melalui program kolaboratif ini, PRY dapat secara mandiri melakukan manajemen pengetahuan sehingga tacit knowledge yang ada dapat menjadi explicit knowledge yang bermanfaat bagi pengembangan lembaga maupun pengembangan pengetahuan bagi publik.
The Government’s communication: Diffusion Innovation or Participatory Approach towards Renewable Energy Development Project Gregoria Arum Yudarwati
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v12i2.4993

Abstract

This study focuses on development communication in supporting Government’s renewable energy project in Indonesia. Using a case study of the communication in the implementation of a micro-hydro power plant (MHPP) project by Indonesia government, this study examines whether the government’s communication aims to encourage community participation in the project or merely diffuse the innovation for community’s adoption, or combine both approaches. This project was chosen, since this requires more community participation to maintain it as well as sustained communication to facilitate meaningful engagement. Appreciative inquiry involving six focus group discussions and nine in-depth interviews were conducted to explore communities’ experiences in exploiting the MHPP and accompanying communication process. The findings show that project development is divided into five stages: pre-initiation, initiation, adoption, transition and sustainability. Compared to the diffusion and adoption process, this project cycle is comparable to the five stages of the diffusion and adoption process. The information sharing session to introduce the innovation is significant to build awareness among communities. Likewise, the ideas to choose and train communities’ representatives as pioneers to the adoption process help communities gain direct experiences about the use of technology. Nevertheless, the domination of diffusion innovation approach with mechanistic communication that prioritises technological change may lead to a lack of participation and empowerment. Participatory approach that acknowledges local values will likely empower communities and build ownership towards the project.ABSTRAK Kajian ini fokus pada komunikasi pembangunan dalam mendukung proyek energi terbarukan Pemerintah di Indonesia. Dengan menggunakan studi kasus komunikasi dalam pelaksanaan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang dilakukan pemerintah Indonesia, penelitian ini mengkaji apakah komunikasi pemerintah bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proyek tersebut atau sekadar menyebarkan inovasi agar dapat diadopsi oleh masyarakat, atau menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Proyek ini dipilih karena memerlukan lebih banyak partisipasi masyarakat untuk memeliharanya serta komunikasi yang berkelanjutan untuk memfasilitasi keterlibatan yang bermakna. Metode appreciative inquiry yang melibatkan enam focus group discussions dan sembilan wawancara mendalam dilakukan untuk menggali pengalaman masyarakat dalam memanfaatkan PLTMH dan proses komunikasi yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan proyek dibagi menjadi lima tahap: pra-inisiasi, inisiasi, adopsi, transisi, dan keberlanjutan. Siklus proyek ini sebanding dengan lima tahap proses difusi dan adopsi. Sesi berbagi informasi untuk memperkenalkan inovasi ini penting untuk membangun kesadaran di kalangan masyarakat. Demikian pula, gagasan untuk memilih dan melatih perwakilan masyarakat sebagai pionir dalam proses adopsi membantu masyarakat mendapatkan pengalaman langsung tentang penggunaan teknologi. Meskipun demikian, dominasi pendekatan difusi inovasi dengan komunikasi mekanistik yang mengedepankan perubahan teknologi dapat menyebabkan kurangnya partisipasi dan pemberdayaan. Pendekatan partisipatif yang melibatkan nilai-nilai lokal akan dapat lebih memberdayakan masyarakat dan membangun kepemilikan terhadap proyek. 
Pendekatan Public Relations sebagai Fungsi Sosial: Sebuah Tinjauan Pustaka Gregoria Arum Yudarwati; MC Ninik Sri Rejeki
Jurnal Riset Public Relations Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v6i1.10380

Abstract

Abstrak. Artikel ini merupakan artikel kajian konseptual teoritis di bidang public relations (PR) yang bertujuan memberikan pemikiran dalam memahami berbagai praktik PR untuk mendukung pembangunan masyarakat. Pendekatan studi pustaka yang digunakan adalah pendekatan integratif.  Metode ini dipilih dengan pertimbangan bahwa studi pustaka merupakan metode yang relevan untuk menganalisis kajian yang kompleks dan dinamis perkembangannya, seperti kajian PR.  Melalui studi pustaka, artikel ini mendeskripsikan adanya tiga pendekatan utama yang berupaya menjelaskan hubungan organisasi-publik, yaitu two-way symmetrical communication, organisation-public relations (OPR), dan rhetorical enactment. Ketiga pendekatan tersebut dikritik sebagai pendekatan normatif, terlalu berorientasi pada kepentingan organisasi dan dikembangkan di negara-negara Barat yang memiliki konteks sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda. Public relations ditempatkan sebagai fungsi manajemen untuk mencapai tujuan organisasi dibandingkan untuk mengakomodasi kepentingan dan harapan publik. Untuk merespon hal ini, artikel ini memberikan alternatif pendekatan komunikasi pembangunan partisipatori yang berorientasi pada publik sebagai subjek pembangunan. Pendekatan ini memberikan alternatif perspektif untuk memahami bagaimana konteks sosial masyarakat, seperti dinamika relasi kuasa atau pun kondisi sosial budaya, membentuk hubungan organisasi-publik. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai dalam memahami fenomena di negara berkembang yang kuat dengan aspek multikultur. Hal ini diperlukan untuk mengurangi etnosentrisme pemahaman PR yang didominasi negara Barat. Di bagian akhir artikel ini diberikan rekomendasi model komunikasi partisipatori yang memberdayakan (empowerment) dan membangun rasa memiliki (ownership) masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.   Abstract. Using an integrative literature review, this article aims to provide review on approaches that support the social function of public relations (PR). Based on the literature review, this article discusses three dominant approaches to understand organisation-public relationships: two-way symmetrical communication, organisation-public relations (OPR), and rhetorical enactment. These approaches are constructed to explain how the organisation build good relationships with their public. Nevertheless, these approaches have been criticized as normative approaches of how organisations should engage their publics, which is unlikely can be implemented fully by organisations. The approaches also tend to be organisation-centric to fulfil the organisation’s goals rather than public interest. The approaches were also mainly developed based on studies in Western context, which have difference social, cultural, economy and political context. This article, accordingly, offers development communication as an alternative approach that focuses on public as the subject of development, as well as provides better lens to understand phenomenon in developing countries and multicultural societies. This article also proposes participatory communication model that incorporates empowerment and public ownership as key indicators to support sustainable development.