Nurin Fitriana
Universitas Wisnuwardhana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Konsumsi Energi Listrik serta Emisi CO? Infrastruktur Telekomunikasi dengan Pendekatan Interdisipliner Teknik Elektro dan Kimia Berkelanjutan Arif Budijanto; Nurin Fitriana; Ezra Alsevy Muti
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JPTI - Maret 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1644

Abstract

Perkembangan pesat infrastruktur jaringan telekomunikasi, seperti Base Transceiver Station (BTS) dan perangkat transmisi, didorong oleh kebutuhan layanan digital dan IoT, namun meningkatkan konsumsi energi listrik yang tinggi. Di negara berkembang seperti Indonesia dengan bauran energi fosil dominan, hal ini berkontribusi signifikan terhadap emisi CO2, memperburuk pemanasan global, sementara implementasi Green ICT masih parsial tanpa kajian empiris terintegrasi. Permasalahan utama meliputi minimnya pemetaan pola konsumsi energi per komponen (BTS 45%, transmisi 24%, pendingin 23%), kurangnya target kuantitatif emisi, persepsi prioritas keandalan layanan daripada efisiensi, serta kesenjangan analisis teknik elektro dan kimia lingkungan. Penelitian bertujuan menganalisis konsumsi energi listrik dan emisi CO pada infrastruktur telekomunikasi dari perspektif teknik elektro-kimia untuk mendorong penerapan Green ICT melalui identifikasi pola, hambatan, dan peluang pengurangan emisi. Metode kualitatif deskriptif digunakan, meliputi wawancara informan kunci, observasi lapangan, studi dokumen teknis, serta estimasi emisi CO2 dengan faktor 0,85 kg CO2/kWh; analisis melalui reduksi data, triangulasi, dan integrasi data kuantitatif-kualitatif. Hasil menunjukkan konsumsi tahunan per klaster ~265.000 kWh menghasilkan 225 ton CO2, dengan potensi pengurangan 20-45 ton melalui upgrade perangkat, penyesuaian AC, dan solar hybrid; praktik Green ICT ada tapi tidak terukur, persepsi teknis vs manajerial berbeda. Disimpulkan bahwa integrasi perspektif elektro-kimia esensial untuk strategi Green ICT berkelanjutan, merekomendasikan target energi-emisi, monitoring rinci, dan komunikasi lintas level demi mitigasi iklim nasional.