Yaafi’ah Qothrunnada Elysia Al-Mahya
Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SISTEM PEMBAGIAN WARIS KEPADA ANAK DALAM WARIS ADAT BATAK TOBA Reggina Eriyanti Zealanandia Aura Sari; Yaafi’ah Qothrunnada Elysia Al-Mahya
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 1 No. 6 (2023): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v1i6.581

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pembagian waris adar pada Batak Toba serta kedudukan setiap anak dalam hukum waris adat. Konflik di antara anggota keluarga mengenai hukum adat masih banyak terjadi di masyarakat hingga melibatkan keluarga lain dalam menyelesaikannya. Masyarakat Adat Batak Toba mempercayai bahwa mereka harus tunduk dan patuh pada leluhur nenek moyang dari jaman dahulu kala. Pembagian waris adat ini berkaitan dengan kedudukan setiap anak yang mempercayai bahwa, anak laki-laki akan mendapatkan harta peninggalan kekayaan paling banyak. Sehingga kedudukan anak perempuan terintimidasi dengan adanya sistem patriarki dan patrilineal dalam Adat Batak Toba. Marga pada Batak Toba turut mempengaruhi juga adanya sistem pewarisan dalam pembagian harta warisan. Sehingga adanya putusan Mahkamah Agung No. 179/K/Sip/1961 yang berisi bahwa hak waris tetao berada pada anak laki-laki sebagai pewaris utama dari keluarga ayahnya dan anak perempuan hanya terbagi dengan pembagaian harta warisan sisa yang sedikit.