Mulya - Gusman
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Performa Alat Angkut Dump Truck Scania P360 Dalam Pengangkutan Batu Kapur Dari PNBP VI Menuju Stockpile Limestone Crusher 6 Di Bukit Karang Putih PT. Semen Padang, Provinsi Sumatera Barat Hadi Pranata1,*, Mulya Gusman,1 hadi - Pranata; Mulya - Gusman
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 8, No 3 (2023): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bt.v8i3.126505

Abstract

PT. Semen Padang merupakan salah satu perusahaan pembuat semen di Indonesia yang tergabung dalam kelompok Semen Indonesia. Dalam kegiatan penambangannya, perusahaan ini melakukan ekstraksi batu kapur dan silika di daerah Bukit Karang Putih dengan Izin Operasi Pertambangan (IUP) PT. Semen Padang. Proses penambangan dilakukan melalui metode tambang terbuka (quarry). Untuk menjalankan operasi produksinya, PT. Semen Padang bermitra dengan PT. United Tractor Semen Gresik (UTSG)Dalam area Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), perusahaan menggunakan 1 Excavator Komatsu PC300-8LC dan 4 Dump Truck Scania P360. PT. Semen Padang menetapkan target produksi sebesar 3.000 ton per hari untuk UTSG. Namun, kapasitas produksi sebenarnya hanya mencapai 3.804,87 ton per hari, dengan kapasitas angkut sebesar 1.740 ton per hari. Tingginya lost time disebabkan oleh ketidakefektifan waktu kerja alat-alat mekanik akibat adanya kendala. Beberapa hambatan yang teramati meliputi antrian selama 15 menit di area Crusher VI, siklus pengangkutan yang sebenarnya memakan waktu 21 menit dibandingkan dengan 15 menit yang direncanakan, dan penundaan nyata selama 10 menit dalam pengoperasian peralatan.Setelah menghitung nilai kesesuaian indera muat dan indera angkut, jika Match Factor (MF) < 1, maka alat muat menunggu, sementara indera angkut beroperasi penuh. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan menerapkan metode Match Factor. Akibat dari penerapan metode ini, produksi setelah pemugaran mengalami peningkatan sebesar 123% dari target produksi.