Azeri Gautama Arifin
Brawijaya University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Xenia dan Metaxenia pada Persilangan Labu Kuning (Cucurbita maxima Duch) Terhadap Buah dan Biji Azeri Gautama Arifin; Nurul Ainurrohmah; Noer Rahmi Ardiarini; Arifin Noor Sugiharto
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning memiliki banyak kandungan nutrisi bermanfaat, akan tetapi konsumsinya di Indonesia masih rendah yaitu 5 kg per kapita per tahun dikarenakan labu kurang populer dalam penampilan dan rasa untuk konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu dilakukan pendekatan pemuliaan tanaman berupa persilangan untuk memperoleh varietas unggul. Perakitan varietas unggul diawali dengan penentuan tetua unggul. Xenia dan metaxenia memberikan efek secara langsung kepada tetua betina pada karakter buah dan biji sehingga tetua jantan berpotensi dapat ditentukan lebih awal dan mempersingkat waktu pemilihan tetua. Penelitian dilakukan bulan Februari-Juli di greenhouse CV. Blue Akari, Dadaprejo Junrejo Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan menanam 6 galur betina yaitu KJ-19, KJ19A, KJ-24, KJ-25, HIB-59, dan JP-70 dan 2 galur jantan yaitu KJ-17 dan JP-F1 pada baris baris. Persilangan dilakukan secara sibmate antar tetua betina, crossing KJ-17 dan JP-F1 yang masing-masing dilakukan pada 6 tanaman. Data hasil pengamatan pada karakter kuantitatif dilakukan analisis menggunakan uji t independen 5%. Karakter kualitatif diskoring kemudian dilakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat efek metaxenia pada karakter buah yaitu diameter buah, bobot buah, tingkat kemanisan warna kulit dan daging buah. Efek xenia pada karakter biji yaitu jumlah biji, biji isi, biji kosong, bobot biji, bobot 100 biji, warna biji, bentuk biji, panjang biji dan lebar biji. Efek xenia dan metaxenia yang muncul menunjukkan bahwa terdapat pengaruh polen tetua jantan terhadap karakter buah dan biji pada tetua betina. 
Selection of Sweet Corn Inbred Lines by Agronomic Performance to Determining Hybrid Parents Suyadi Suyadi; Azeri Gautama Arifin; Andi Kurniawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of hybrid sweet corn varieties involves the selection of parental lines with specific traits to ensure good yield potential. The selection of inbred lines of sweet corn is a critical aspect of breeding programs aimed at developing improved varieties. This research will provide useful information of sweet corn inbreed lines have the potential to be developed as parent lines in the development of hybrid varieties. The study utilized 24 inbred lines (G1-G24) of sweet corn and employed a Randomized Complete Block Design (RCBD). Data analysis involved the use of analysis of variance with a 5% significance level, path and dendrogram analysis. Based on the analysis of 24 inbreed line of sweet corn, the potential for selecting parents based on quantitative traits influencing the outcome is evident in inbreed line G18, G12, G4, G23, and G20. Identification of these potential parents is essential for the genetic improvement of the population. The correlation heatmap data indicates a 41% correlation between the number of rows and cob stag length, and correlation between number of rows and ear diameter by 48%. The path diagram indicates that fresh weight, a crucial measure of crop yield, is strongly influenced by several agronomic traits, including plant height, ear length, ear diameter, dry weight, number of plants, row length, brix, and ear stalk. G24 can indeed be used as one of the parents with other group in hybrid breeding programs.