Thiosani Frinsly Kaat Kaat
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diskursus Agama dan Budaya dalam Konteks Minahasa sebagai Wujud Kritik Ideologi-Imajinasi Kolonialisme Thiosani Frinsly Kaat Kaat
Sospol Vol. 9 No. 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v9i2.29658

Abstract

Esensi artikel ini menganalisis mengenai ideologi-imajinasi kolonialisme yaitu, kekristenan sebagai agama super-power (kekuatan) yang sampai saat ini memiliki kuasa melegitimasi salah-benar tindakan masyarakat. Instrumen penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-deskriptif untuk melihat bagaimana konteks melahirkan makna. Melalui studi kepustakaan untuk menemukan data-data yang mendukung. Imajinasi ideologi kolonialisme pada tubuh struktural masyarakat Minahasa telah menjadi ada dalam dirinya sendiri (in-itself). Ideologi telah menjadi kebenaran doktrin, imajinasi, agama yang menuntun masyarakat berada dalam fantasi ideologis atau kebenaran tunggal dan menolak narasi atas nama kebudayaan. Agama, khususnya kekristenan telah mendominasi masyarakat Minahasa dan mengambil alih wacana-wacana adat untuk menertibkan publik. Sedangkan narasi-narasi kultural mengalami keterpinggiran akibat dari kekerasan sistemik atas nama agama yang menjadi monster menakutkan. Lewat konsep kritik ideologi dari Zlavoj Zizek, penelitian ini secara terbuka berkontribusi mengkritik ideologi-imajinasi kolonialisme yang masih langgeng dalam tubuh struktural Minahasa. Berdasarkan uraian di atas, artikel ini berkesimpulan bahwa, ideologi-imajinasi kolonialisme yaitu, agama, politik imperial masih dipraktikkan dalam konteks Minahasa sehingga cenderung mengabaikan narasi-narasi kultural.