Fadilah Aini
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU IBU DALAM PEMENUHAN HAK BAYI MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF Theolia Oktalina Hot Asi Parapat; Fadilah Aini
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46687

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif merupakan program pemerintah untuk meningkatkan status gizi dan tumbuh kembang anak. Rendahnya cakupan ASI eksklusif menjadi masalah penting yang perlu segera diatasi, karena dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan generasi mendatang. Cakupan ASI eksklusif di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2024 sebesar 42.73% dan di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai tahun 2023 hanya mencapai 27.4%, masih di bawah target Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yaitu 50%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan perilaku ibu dalam pemenuhan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, pada Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Tanah Tinggi Kota Binjai. Instrument yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Menunjukkan bahwa paritas (p=0.001), pengetahuan (p=0.001), dukungan keluarga (p=0,001), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0.009) memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif. Sedangkan usia (p=0.932), pendidikan (p=0.529), pekerjaan (p=0.690), sikap (p=0.858), dan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan (p=0.393) menunjukkan tidak adanya hubungan. Kesimpulan: Paritas, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam pemenuhan hak bayi mendapatkan ASI eksklusif. Pihak Puskesmas diharapkan dapat melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan program ASI eksklusif seperti penyuluhan dan sosialisasi tentang pemberian ASI eksklusif kepada ibu yang mempunyai bayi.
DETERMINAN PEMANFAATAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS RAMBUNG KOTA BINJAI TAHUN 2025 Putri handayani Ginting; Fadilah Aini
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46688

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan salah satu langkah preventif yang efektif untuk melindungi bayi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Cakupan IDL di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai masih rendah, yaitu sebesar 32,9%, hal ini masih jauh di bawah target nasional. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan IDL pada bayi di Puskesmas Rambung Kota Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan sebanyak 410 orang, dengan sampel sebanyak 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) pada beberapa faktor. Hasil: Sebanyak 80% responden tidak memanfaatkan pelayanan IDL secara lengkap. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan IDL adalah pengetahuan (p=0,014), pekerjaan (p=0,023), kepercayaan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), tenaga kesehatan (p=0,002), dan kebutuhan (p=0,024) dengan pemanfaatan pelayanan IDL. Sedangkan pada variabel sikap tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan IDL (p=0,122). Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan, kepercayaan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan merupakan determinan penting dalam pemanfaatan IDL. Tenaga kesehatan diharapkan memperkuat komunikasi, edukasi, dan konseling, sedangkan dukungan keluarga dan perubahan persepsi masyarakat perlu ditingkatkan untuk mencapai cakupan IDL yang lebih optimal.