Dyah Putri Aryanti
Universitas Muhammdiyah Pekajangan Pekalongan, Pekalongan, Jawa Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Risiko Gangguan Muskuloskeletal di Panti Pelayanan Lansia Bojongbata Pemalang: Studi Obsevasional Dzikra Nurseptiani; Dyah Putri Aryanti; Felia Agustin
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p12

Abstract

Pendahuluan: Umur lanjut akan mengalami berbagai permasalah yang dapat memengaruhi kondisi tubuh dan pergerakan di sehari-hari, termasuk pada sistem muskuloskeletal non-bedah. Salah satu dampaknya adalah penurunan pada sistem muskuloskeletal akibat penuaan, yang sering kali mengakibatkan gangguan keseimbangan, penurunan fleksibilitas lumbal, nyeri pinggang, osteoarthritis pada lutut, dan penurunan kekuatan otot panggul. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung, wawancara, dan kuesioner berbentuk Google Form untuk mengumpulkan data. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian dengan analitik dan pendekatan kuantitatif, khususnya cross-sectional. Populasi dalam pengambilan data mencakup 121 lansia di Panti Pelayanan Lansia Bojongbata Pemalang, dan metode total sampling digunakan. Hasil: Analisis data menunjukkan mayoritas lansia berumur 70-74 tahun (59,50%) dan perempuan (82,65%). Gangguan muskuloskeletal non-bedah yang paling umum adalah penurunan fleksibilitas lumbal (44,64%). Hasil analisis faktor menunjukkan adanya hubungan antara (p=0,034) dan jenis kelamin (p=0,000) dengan kejadian gangguan muskuloskeletal non-bedah. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dan kejadian gangguan muskuloskeletal non-bedah (p=0,277). Simpulan: Lansia dengan umur 70-74 tahun, mayoritas perempuan, dan beragam pekerjaan sebelumnya memiliki kecenderungan mengalami gangguan muskuloskeletal non-bedah. Penurunan fleksibilitas lumbal menjadi masalah utama. Umur dan jenis kelamin memainkan peran dalam kejadian gangguan muskuloskeletal pada lansia. Kata Kunci: lansia, gangguan musculoskeletal, non-bedah, obervasional