Sitti Nur Djannah
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kejadian Delay Development pada Anak dengan Stunting di Kecamatan Prambanan Eka Listiyani; Solikhah Solikhah; Sitti Nur Djannah
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p13

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi pada anak stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf yang mengakibatkan delay development. Pendataan terkait anak stunting telah dilakukan oleh pemerintah, tetapi data terkait terjadinya delay development pada anak dengan stunting belum tersedia. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional, dengan populasi yaitu anak stunting di Kecamatan Prambanan berdasarkan data Laporan Stunting Tahun 2022 Poli Gizi Puskesmas Pariwisata Prambanan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara screening tumbuh kembang anak menggunakan skala Denver Development Screening Test II (DDST II). Pada DDST II terdapat 4 kategori penilaian yaitu personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar, dengan hasil akhir berupa pernyataan kesimpulan yaitu normal development, suspect, abnormal. Hasil: Dari total responden yang berjumlah 199 anak dengan rata-rata berusia 3,3 tahun (SD±1,0643) didapatkan hasil screening DDST II berupa normal development sebanyak 161 anak (80,9%) dan yang mengalami delay development sebanyak 38 anak (19,1%) terbagi menjadi 23 anak suspect dan 15 anak abnormal. Delay development terbanyak ditemukan pada kategori personal sosial sebanyak 24 anak. Sedangkan untuk usia anak stunting yang mengalami delay terbanyak pada rentang 2-4 tahun. Simpulan: Stunting dikaitkan dengan kejadian delay development, ditemukan signifikan pada kategori usia 2-4 tahun pada kategori personal sosial. Kata Kunci: delay development, stunting