Florensia Sapty Rahayu
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis User Experience pada Sistem Operasi Windows 11 Menggunakan Metode User Experience Questionnaire (UEQ) Lukas William Wijaya; Florensia Sapty Rahayu; Putri Nastiti
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v4i1.8708

Abstract

Windows 11 merupakan salah satu produk  yang diluncurkan oleh Microsoft. Ketika penelitian ini dibuat, Windows 11 baru memiliki pengguna secara global sebesar 15,54%. Walaupun jumlah penggunanya masih jauh lebih sedikit dibandingkan Windows 10 yang mencapai 70,3%, tetapi dimasa depan tingkat adopsi dari Windows 11 akan terus meningkat. Namun dibalik peningkatan adopsi yang terus meningkat, terdapat masalah yang dirasakan pengguna sehingga membuat pengguna merasa tidak nyaman dalam menggunakannya seperti sistem operasi yang berjalan lambat, dan aplikasi tidak berjalan dengan semestinya. Masalah tersebut dapat mempengaruhi user experience. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkatan user experience yang dialami pengguna dengan memakai metode User Experience Questionnaire (UEQ), Penelitian ini mendapatkan jumlah responden sebanyak 117 orang yang dibagikan melalui sosial media. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari responden, sistem operasi Windows 11 mendapatkan nilai evaluasi positif yang jika diurutkan dari yang tertinggi yaitu pada aspek Daya Tarik sebesar 1,21, Kejelasan sebesar 1,12, Stimulasi sebesar 1,01, Efisiensi sebesar 0,95, dan Ketepatan sebesar 0,89. Selain itu terdapat aspek Kebaruan yang mendapatkan nilai evaluasi netral sebesar 0,49. Rekomendasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki user experience Windows 11 adalah dengan melakukan perbaikan pada aspek kebaruan, seperti menambahkan fitur-fitur baru yang belum ada sebelumnya, serta mengubah tampilan menjadi lebih menarik. Windows 11 is one of the products launched by Microsoft. When this research was made, Windows 11 only had 15.54% of global users. Even though the number of users is still much less than Windows 10, which reached 70.3%, in the future the adoption rate of Windows 11 will continue to increase. However, behind the continued increase in adoption, there are problems experienced by users that make users feel uncomfortable when using it, such as the operating system running slowly and applications not running properly. This problem can affect the user experience. This research aims to determine the level of user experience experienced by users using the User Experience Questionnaire (UEQ) method. This research obtained a total of 117 respondents who were shared via social media. Based on the results obtained from respondents, the Windows 11 operating system received a positive evaluation value which, if sorted from the highest, was in the Attractiveness aspect of 1.21, Clarity of 1.12, Stimulation of 1.01, Efficiency of 0.95, and Accuracy of 0.89. Apart from that, there is the Novelty aspect which gets a neutral evaluation value of 0.49. Recommendations that can be made to improve the Windows 11 user experience are to make improvements to the novelty aspect, such as adding new features that did not exist before, as well as changing the appearance to be more attractive.
Pengembangan Portofolio Digital Berbasis LinkedIn sebagai Upaya Persiapan Siswa SMA/SMK Menuju Dunia Kerja dan Pendidikan Lanjut Kristina Wulandari; Florensia Sapty Rahayu
GIAT Teknologi untuk Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v4i2.12165

Abstract

Di era digital, kemampuan membangun portofolio profesional secara daring merupakan keterampilan krusial yang perlu dimiliki oleh generasi muda. Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam hal tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di tiga sekolah: SMA BOPKRI 3 Yogyakarta, SMA Pius Bakti Utama Purworejo, dan SMK Negeri 4 Purworejo. Program ini mencakup pelatihan langsung, praktik pembuatan akun LinkedIn, serta penyuluhan mengenai pentingnya personal branding. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa memberikan respons positif terhadap materi dan metode yang digunakan. Mereka mengakui bahwa kegiatan ini memperluas wawasan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya membangun jejak digital yang profesional. Namun, pelaksanaan program menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan akses internet, larangan penggunaan ponsel di lingkungan sekolah, serta perbedaan kultur belajar antara siswa dan pemateri. Meskipun demikian, program ini berhasil membuka akses awal terhadap pemanfaatan platform profesional di kalangan pelajar. Hal ini dibuktikan dengan 90,47% peserta yang menyatakan berencana menggunakan LinkedIn di masa depan. Ke depan, dibutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif untuk menjawab tantangan infrastruktur dan budaya belajar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengenalan platform profesional seperti LinkedIn sejak dini dapat menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi secara lebih siap dan kompetitif.