Tatang Suryadi
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Kabupaten Sumedang Tatang Suryadi; Dinn Wahyudin
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.860

Abstract

The independent curriculum is a term used for changes to the curriculum currently in use. The difference in the independent curriculum with the previous curriculum is the recognition of cocurricular activities that were previously given less attention and carried out spontaneously without careful planning. The purpose of this study was to determine the perceptions of elementary school teachers towards the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in implementing the independent curriculum. This research uses a quantitative approach with a descriptive type. The method used is the survey method and the respondents in this study were elementary school teachers in Sumedang Regency using a simple random sampling technique. Data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. The questionnaire was distributed to elementary school teachers in Sumedang Regency via Whatsapp using google form media. The number of teachers who became respondents was 76 teachers. In this study, the data analysis method adopted the Miles and Huberman model, which consists of the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers' understanding of P5 in implementing the independent curriculum was in the sufficient category. So an effort is needed to improve teachers' understanding of P5, one of which is by utilizing the Merdeka Mengajar Platform as a means of independent training for teachers. It is hoped that the use of Merdeka Mengajar Platform can improve teachers' understanding of P5 in independent curriculum.
Analisis Keterampilan Komunikasi Peserta Didik Kelas V pada Model Pembelajaran Inkuiri dan Radec Tatang Suryadi; Wahyu Sopandi; Atep Sujana
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.925

Abstract

Keterampilan komunikasi adalah salah satu keterampilan fundamental yang wajib dimiliki oleh semua peserta didik. Peran guru sangat berpengaruh terhadap keterampilan komunikasi para peserta didik. Salah satu yang dapat mendukung perkembangan keterampilan komunikasi mereka adalah model pembelajaran yang diimplemantsikan oleh guru. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menggunakan model pembelajaran yang tepat guna melatih keterampilan komunikasi para peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan berkomunikasi peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri dan RADEC pada materi tentang sifat-sifat cahaya. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian melibatkan peserta didik kelas V salah satu sekolah dasar negeri di Kota Bandung. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan atau verifikasi. Validitas data diuji melalui pendekatan triangulasi. Hasil penelitian menyatakan persentase keterampilan komunikasi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri mencapai 77,12%, sementara persentase keterampilam komunikasi peserta didik yang menggunakan model pembelajaran RADEC mencapai 80,34%. Dapat disimpulkan model pembelajaran RADEC memiliki dampak yang lebih efektif dalam melatih keterampilan komunikasi peserta didik dibandingkan model pembelajaran Inkuiri. Meskipun demikian, kedua model pembelajaran tetap memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif serta melatih keterampilan komunikasi mereka.