Nandalawi Nandalawi
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Media Video Motion Graphic (Powtoon) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI di SMP Nandalawi Nandalawi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.921

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki masalah ketuntasan pada hasil belajar peserta didik sebelumnya dengan menggunakan media pembelajaran aplikasi powtoon. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus pada proses pembelajaran. Pada setiap siklus terdiri atas empat tahap, diantaranya yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitiana ini dilakukan sebagai solusi dari masalah yang dihadapi guru, salah satunya yaitu hasil belajar peserta didik yang rendah. Sedangkan pada prosesnya, digunakan beberapa metode pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara, pre test dan pos test dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini adalah dengan membandingkan nilai standar ketuntasan atau KKM, dengan peningkatan pada persentase ketuntasan peserta didik setiap siklusnya. Sedangkan pada hasil penelitian ini terdapat perubahan kenaikan persentase pada hasil belajar peserta didik yaitu, sebelum pembelajaran menggunakan media powtoon (menggunakan metode pembelajaran konvensional), hanya terdapat 7 peserta didik yang tuntas dengan persentase 58,33% dan 5 orang peserta didik tidak tuntas. Setelah dilakukan pembelajarn menggunakan media powtoon, terdapat peningkatan persentase hasil belajar. Yaitu menjadi 75% dengan ketuntasan belajar pada 9 orang dan 3 orang tidak tuntas. Setelah dilakukan refleksi terhadap siklus 1, penelitian belanjut pada siklus 2 dengan peningkatan persentase menjadi 83,33% atau 10 peserta didik tuntas dan 2 peserta didik tidak tuntas dengan rata-rata 87,58. Data tersebut terbukti telah mencapai indikator ketuntasan dengan standar KKM 75 dan presentase nilai klasikal 85%.