Pengencer semen babi telah banyak diteliti dan dikembangkan untuk mendukung program Inseminasi Buatan (AI). Dalam proses pengenceran semen babi, tersedia berbagai macam pengencer dengan berbagai merk dan harga di pasaran. Dalam memilih pengencer ini, kandungan nutrisi dan daya simpan menjadi pertimbangan. Beberapa pengencer yang tersedia perlu diketahui kualitasnya dalam menjaga kualitas sperma babi. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan uji coba terhadap berbagai produk pengencer semen babi yang beredar di pasaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diuji pada penelitian ini adalah penggunaan pengencer MIII, Biopig, Semenlife dan VIM. Pengencer dilarutkan dalam aquades sesuai dengan instruksi dari produsen pengencer. Semen babi yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari babi jenis Yorkshire. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Pengamatan dilakukan 12 jam setelah pengambilan semen segar. Data yang diperoleh diolah dengan analisis varians (ANOVA) menggunakan Software SAS 9.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengencer yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, kelainan dan viabilitas sperma babi yang disimpan selama 12 jam. Motilitas dan viabilitas sperma pada penelitian ini tidak berbeda dengan penelitian sebelumnya, namun abnormalitas sel sperma hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan penelitian sebelumnya. Meskipun demikian, pengencer Semenlife menunjukkan motilitas dan abnormalitas yang lebih baik.