Mutiara Hasanuddin
a:1:{s:5:"en_US";s:13:"IAIN Parepare";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUATION OF SPEECH DELAY DISORDER THROUGH PEDIATRIC ORAL MOTOR THERAPY Mutiara Hasanuddin; Andi Sri Ramadana Azis
Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Islamic EduKids: Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/iek.v6i1.9997

Abstract

Abstract Speech delay is a communication disorder that occurs in young children who experience delays compared to children their age. This research aims to provide oral motor therapy for children who experience speech delay through fun games aged 5 years. The research method used by researchers is a qualitative method, with a case study approach model. The data collection techniques used by this researcher are interview techniques, documentation techniques, and observation techniques. This research was conducted at Al-Aqsa Kindergarten group B with the initials of subject A who was 6 years old. Based on the research results, show that after oral therapy children's motor skills with fun games such as; blowing whistles, pieces of paper, and balls, can increase language development in subject A. With oral motor therapy, can stimulate language development in subject A consistently and easily.  Keywords: Evaluation, Speech Delay Disorder, Oral Motor Therapy.   Abstrak Speech delay adalah gangguan komunikasi yang terjadi pada anak usia dini yang dimana mengalami keterlambatan dari anak-anak seusianya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk terapi oral motor anak yang mengalami speech delay melalui permainan menyenangkan usia 5 tahun. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif, dengan model pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik observasi. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Aqsha kelompok B dengan inisial subjek A yang berusia 6 tahun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  setelah terapi oral motor anak dengan permainan menyenangkan seperti; meniup peluit, sobekan kertas,dan bola, dapat meningkatkan perkembangan bahasa pada subjek A. Dengan terapi oral motor ini dapat menstimulus perkembangan bahasa subjek A dengan cara konsisten dan mudah. Kata kunci: Evaluasi, Gangguan Speech Delay, Terapi Oral Motor.