p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Healthy Journal
Ratna Dewi
Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Bale Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS DANA DESA DI DESA BATUKARUT KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Ratna Dewi; Tiara Puspitasari Dewi
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 14 No. 03 (2023): AKURAT Edisi September-Desember 2023 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengelolaan dan pertanggungjawaban dana desa di Desa Batukarut Kabupaten Bandung dengan fokus pada pertanggungjawaban, dan sistem pengendalian internal. Pengelolaan dana desa melibatkan peran Kepala Desa dan Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) yang terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Seksi, dan Bendahara. Pendapatan Desa Batukarut berasal dari berbagai sumber, termasuk Alokasi Dana Desa, dan digunakan untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Adapun metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap fenomena yang sedang terjadi. Proses penyaluran dana desa dilakukan secara bertahap setiap tahun, dengan persentase penyaluran yang berbeda pada tahap-tahap tertentu. Perencanaan dana desa melibatkan partisipasi masyarakat melalui forum musyawarah desa untuk menetapkan prioritas program. Pertanggungjawaban dilakukan dengan menyampaikan laporan keuangan dan program pemerintah desa kepada Bupati melalui camat dan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Desa Batukarut mencakup proses yang integral dalam memastikan efektivitas, efisiensi, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset, dan ketaatan terhadap peraturan. Tahapan sistem ini melibatkan persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Pembentukan satuan tugas penyelenggaraan, pemahaman, pemetaan, dan penyusunan rencana kerja menjadi langkah awal dalam penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah Desa. Dengan menerapkan Sistem Pengendalian Internal yang baik, diharapkan Desa Batukarut dapat mencapai tujuan organisasi dengan kegiatan yang efektif dan efisien, pelaporan keuangan yang andal, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pengelolaan dana desa dan implementasi Sistem Pengendalian Internal di Desa Batukarut.
TINJAUAN ATAS MANAJEMEN PENINGKATAN KUALITAS SDM PENDAMPING KOPERASI UKM KABUPATEN BANDUNG Ratna Dewi; Leni Marhamah
AKURAT | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA Vol. 15 No. 02 (2024): AKURAT Edisi Mei-Agustus 2024 | Jurnal Ilmiah Akuntansi FE UNIBBA
Publisher : Fakultas Ekonomi UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai manajemen peningkatan kualitas SDM pendamping koperasi UKM di Kabupaten Bandung. Fokus utama adalah menganalisis peran pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM dalam membangun koperasi yang sehat dan berprestasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses tersebut. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan koperasi yang meliputi verifikasi dokumen, analisis data, dan pemantauan penerapan sanksi administratif. Pembinaan teknis bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus koperasi mengenai kebijakan, laporan keuangan, dan praktik manajerial yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Dinas Koperasi dan UKM telah menjalankan tugas pengawasan dan pembinaan dengan baik, terdapat beberapa kendala signifikan, seperti ketidakaktifan laporan RAT dan kurangnya kerjasama dari beberapa koperasi. Faktor-faktor ini menghambat efektivitas pengawasan dan pencapaian tujuan peningkatan kualitas SDM pendamping koperasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa untuk mencapai koperasi yang sehat dan berprestasi, perlu dilakukan penguatan program edukasi dan peningkatan kapasitas pengawasan, serta penerapan sistem monitoring yang lebih efisien. Pengembangan SDM pendamping koperasi melalui bimbingan teknis yang berkelanjutan juga dianggap penting untuk meningkatkan kompetensi pengurus koperasi. Penelitian ini menyarankan adanya peningkatan kesadaran anggota koperasi, penguatan kapasitas Dinas Koperasi dan UKM, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung transparansi dan kepatuhan