Ahmad Rofiqi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sumber Daya Perencanaan Ekonomi Pesantren: Study Kasus Pondok Pesantren An-Nur Probolinggo M Bintang Nasrullah; Imam Qolyubi; Hayyu Tastaftiyan; M Robithul Mahbub; Ahmad Rofiqi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.385

Abstract

Ekonomi pesantren merupakan dimensi penting dalam transformasi lembaga pendidikan Islam di Indonesia, yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi berbasis syariah. Konsep ekonomi pesantren mencakup pengembangan usaha produktif yang dikelola oleh pesantren, dengan tujuan mencapai kemandirian finansial dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan sumber daya alam, pesantren mampu menciptakan model ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.Salah satu contoh implementasi ekonomi pesantren adalah Pondok Pesantren An-Nur di kota Probolinggo ini, yang mengembangkan unit jasa berbasis pengabdian lokal, seperti Air dari system IPAL yang dimana air dalam sapitenk dibuat air menjadi bersih sehingga tidak menyebabkan penumpukkan kotoran air dalam sapitenk dan proses ipal juga di pasang untuk sekitar masyarakat, serta pengelolaan wakaf produktif untuk mendukung operasional pesantren dan kesejahteraan umat. Selain itu, Pondok Pesantren an-nur di probolinggo menerapkan sistem integrated farming yang mengintegrasikan pertanian, perkebunan(buah naga), dan peternakan, sehingga meningkatkan pendapatan pesantren dan keterampilan santri serta masyarakat sekitar.Pentingnya pemberdayaan koperasi pesantren atau maqshof juga menjadi sorotan, karena selain menyediakan akses pembiayaan bagi santri dan masyarakat, koperasi ini berperan dalam pengelolaan usaha bersama yang mendukung kemandirian ekonomi pesantren An-Nur . Selain itu, pengembangan ekonomi pesantren juga didukung oleh berbagai pihak, seperti program kemitraan bagi wali santri atau alumni yang bertujuan memperkuat jejaring bisnis dan pemasaran produk pesantren secara nasional dan internasional atupun dana bantuan dari pemerintahan dalam program pengembangan ekonomi pesantren .Namun, tantangan dalam pengembangan ekonomi pesantren masih ada kekuranganya, seperti kurangnya visi strategis, lemahnya mindset kewirausahaan santri, serta ketergantungan pada bantuan eksternal. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pesantren, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, ekonomi pesantren dapat menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mewujudkan kesejahteraan
Pengembangan Sistem Pakar Berbasis Web untuk Analisis Keamanan Kandungan Skincare bagi Penderita Malassezia folliculitis Menggunakan Metode Forward chaining Amelinda Renjani; Gina Purnama Insany; Ujang Herlan; Ahmad Rofiqi; Mirza Andira N; Erik Abdul R
Jurnal RESTIKOM : Riset Teknik Informatika dan Komputer Vol 7 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/restikom.v7i2.468

Abstract

Kebutuhan akan produk perawatan kulit yang aman dan efektif semakin meningkat, terutama bagi individu yang rentan terhadap infeksi jamur Malassezia, penyebab fungal acne (Malassezia folliculitis). Penelitian ini merupakan studi pengembangan yang bertujuan untuk merancang sistem pakar berbasis web yang mampu menganalisis kandungan produk perawatan kulit guna menilai kesesuaiannya bagi kulit yang rentan terhadap fungal acne, dengan menerapkan metode forward chaining. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari jurnal ilmiah dan sumber kedokteran terpercaya. Sistem yang dikembangkan terdiri dari tiga komponen utama: basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Hasil uji coba menunjukkan bahwa algoritma forward chaining yang digunakan telah mampu mengidentifikasi bahan fungal acne-safe dan non-fungal acne-safe secara fungsional. Sistem ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam memilih produk perawatan kulit yang aman, serta mendukung manajemen Malassezia folliculitis secara lebih tepat.