Winsy Weku
UNSRAT

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Association Rule Data Mining Untuk Menentukan Pola Lama Studi Mahasiswa F-MIPA UNSRAT M. Zainal Mahmudin; Altien Rindengan; Winsy Weku
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 3 No. 1 (2014): Maret, 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.3.1.2014.3777

Abstract

Abstract The requirement of highest information sometimes is not balance with the provision of adequate information, so that the information must be re-excavated in large data. By using the technique of association rule we can obtain information from large data such as the college data. The purposes of this research is to determine the patterns of study from student in F-MIPA UNSRAT by using association rule method of data mining algorithms and to compare in the apriori method and a hash-based algorithms. The major’s student data of F-MIPA UNSRAT as a data were processed by association rule method of data mining with the apriori algorithm and a hash-based algorithm by using support and confidance at least 1 %. The results of processing data with apriori algorithms was same with the processing results of hash-based algorithms is as much as 49 combinations of 2-itemset. The pattern that formed between 7,5% of graduates from mathematics major that studied for more 5 years with confidence value is 38,5%. Keywords: Apriori algorithm, hash-based algorithm, association rule, data mining. Abstrak Kebutuhan informasi yang sangat tinggi terkadang tidak diimbangi dengan pemberian informasi yang memadai, sehingga informasi tersebut harus kembali digali dalam data yang besar. Dengan menggunakan teknik association rule kita dapat memperoleh informasi dari data yang besar seperti data yang ada di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pola lama studi mahasiswa F-MIPA UNSRAT dengan menggunakan metode association rule data mining serta membandingkan algoritma apriori dan algoritma hash-based. Data yang digunakan adalah data induk mahasiswa F-MIPA UNSRAT yang  diolah menggunakan teknik association rule data mining dengan algoritma apriori dan algoritma hash-based dengan minimum support 1% dan minimum confidance 1%. Hasil pengolahan data dengan algoritma apriori sama dengan hasil pengolahan data dengan algoritma hash-based yaitu sebanyak 49 kombinasi 2-itemset. Pola yang terbentuk antara lain 7,5% lulusan yang berasal dari jurusan matematika menempuh studi selama lebih dari     5 tahun dengan nilai confidence 38,5%. Kata kunci : Association rule data mining, algoritma apriori, algoritma hash-based
Prediksi Tingkat Kriminalitas Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation: Algoritma Levenberg Marquardt di Kota Manado Berbasis Sistem Informasi Geografi Lindsay Mokosuli; Winsy Weku; Luther Latumakulita
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 3 No. 1 (2014): Maret, 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.3.1.2014.4032

Abstract

Abstract The information needs about crime rate in Manado become a starfing point to conduct this research. It has been done to predict the crime rate in the city of Manado using Levenberg Marquardt algorithm with training to determine the value of learning rate and momentum constant based on the value of the smallest Mean Square Error. Then do the mapping with Crime Mapping and perform cluster the predicted results to see the effect of the crime rate among adjacent districts. The data used is the data theft in the city of Manado in 2007 until 2012. The selected target is the data theft in August 2012 until December 2012. Bunaken district obtain predictive results=[1.9997, 0.1667, 2.0000, 0.1667, 0.0000], Mapanget district obtain predictive results=[25.9995, 25.9997, 25.9801, 8.0335, 16.0265], Tuminting district obtain predictive results=[2.0000, 2.3786, 2.0000, 3.1020, 3.1020], Singkil district obtain predictive results=[6.6716, 6.1388, 5.6570, 5.4000, 3.0035], Wenang district obtain predictive results=[3.1316, 4.0677, 3.0000, 9.3971, 9.8967], Tikala district obtain predictive results=[0, 1, 0, 0, 0], Wanea district obtain predictive results=[6.8911, 6.6811, 1.4788, 5.8941, 6.9207], Sario district obtain predictive results = [1.0000, 1.8381, 1.0000, 6.0314, 9.0000], Malalayang district obtain the predicted result=[44.0000, 38.1828, 43.1787, 38.1935, 38.1789]. By visualization of mapping results predicted, on target August 2012 until October 2012, Mapanget and Malalayang districts have the highest crime rates. While the target of November 2012 and December 2012, Malalayang district have the highest crime rates. Keywords: Levenberg Marquardt Algorithm, Geographic Information System, Spatial Data.   Abstrak Perlunya informasi tentang tingkat kriminalitas di kota Manado, maka telah dilakukan penelitian untuk memprediksi tingkat kriminalitas di kota Manado menggunakan algoritma Levenberg Marquardt dengan melakukan pelatihan untuk menentukan nilai learning rate dan momentum constant berdasarkan nilai Mean Square Error terkecil. Kemudian dilakukan pemetaan dengan Crime Mapping serta melakukan cluster terhadap hasil prediksi untuk melihat pengaruh tingkat kriminalitas antar kecamatan yang saling berdekatan. Data yang digunakan adalah data pencurian di kota Manado tahun 2007 sampai tahun 2012. Target yang dipilih adalah data pencurian bulan Agustus 2012 sampai Desember 2012. Kecamatan Bunaken memperoleh hasil prediksi=[1.9997, 0.1667, 2.0000, 0.1667, 0.0000], Kecamatan Mapanget memperoleh hasil prediksi=[25.9995,  25.9997, 25.9801, 8.0335, 16.0265], kecamatan Tuminting memperoleh hasil prediksi=[2.0000, 2.3786, 2.0000, 3.1020, 3.1020], kecamatan Singkil memperoleh hasil prediksi= [6.6716, 6.1388, 5.6570, 5.4000, 3.0035], kecamatan Wenang memperoleh hasil prediksi= [3.1316, 4.0677, 3.0000, 9.3971, 9.8967], kecamatan Tikala memperoleh hasil prediksi= [0, 1, 0, 0, 0], kecamatan Wanea memperoleh hasil prediksi= [6.8911, 6.6811, 1.4788, 5.8941, 6.9207], kecamatan Sario memperoleh hasil prediksi=[1.0000, 1.8381, 1.0000, 6.0314, 9.0000], dan kecamatan Malalayang memperoleh hasil prediksi= [44.0000, 38.1828, 43.1787, 38.1935, 38.1789]. Secara visualisasi pemetaan hasil prediksi, pada target Agustus 2012 sampai Oktober 2012, kecamatan  Malalayang dan Mapanget memiliki tingkat kriminalitas tertinggi. Sedangkan pada target November 2012, dan Desember 2012, kecamatan Malalayang memiliki tingkat kejahatan tertinggi.   Kata kunci: Algoritma Levenberg Marquardt, Sistem Informasi Geografi, Data Spasial.