Wismaroh Sanniwati Saragih
Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX L.) MELALUI INDUKSI MUTASI DIETIL SULFAT (DES) DAN DOSIS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) Hiskia Gulo; Wismaroh Sanniwati Saragih; Dora Silvia Dewi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 5 (2023): December
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi kedelai melalui teknik induksi mutasi menggunakan untuk memperoleh tanaman tinggi protein adalah penggunaan mutasi kimia Dietil Sulfat (DES). Penggunaan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan danĀ  dapat menjadi salah satu solusinya untuk pemanfaatan limbah sawit sebagai unsur hara dan menjaga kelembaban tanah melalui mekanisme mengurangi penguapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dietil Sulfat dan penggunaan Mulsa Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap peningkatan produksi kedelai (Glycine max L.). Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai September 2023, di lahan agro pertanian Universitas Pembinaan Masyarakayat Indonesia (UPMI), Jl. Balai Desa Marindal II Pasar 12 Medan. Percobaan diatur dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan perlakuan induksi Dietil Sulfat (D0, D1 dan D2) masing-masing konsentrasi (0; 0,05%; dan 0,01%) dan perlakuan mulsa organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (M0, M1 dan M2) masing masing sebesar (0; 5 kg/plot; dan 10 kg/plot) diulang tiga kali setiap perlakuan. Hasilnya terlihat bahwa tanaman kedelai diinduksi Dietil Sulfat berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, umur berbunga, bobot biji persampel, bobot 100 biji pada konsentrasi sebesar 0,01% dengan lama perendaman 4 jam. Pemberian mulsa organik TKKS berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, umur berbunga, bobot biji persampel, dan bobot 100 biji dengan dosis 10 kg/plot. Interaksi kedua kombinasi perlakuan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah polong persampel, dan bobot 100 biji. Kombinasi perlakuan yaitu D2M2 (0,01% dengan 4 jam perendaman + 10 kg/plot) diduga respon dari kedua perlakuan tersebut mampu secara bersamaan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai.