Jusriadi Jusriadi
Universitas Tadulako, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI BIO-FUNGISIDA UNTUK MENGENDALIKAN JAMUR ALTERNARI PORRI PENYEBAB PENYAKIT BERCAK UNGU PADA TANAMAN BAWANG MERAH SECARA IN-VITRO Jusriadi Jusriadi; Mutmainah Mutmainah; Fitria Balosi; Trihesti Sofya Nensi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 5 (2023): December
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i5.4480

Abstract

Bawang merah memiliki signifikansi yang penting dalam konteks hortikultura, memiliki prospek pasar yang cerah, dan nilai ekonomi yang tinggi. Petani telah melakukan berbagai usaha dalam budidaya bawang merah untuk mencapai hasil terbaik, tetapi tantangan utama di lapangan adalah serangan organisme pengganggu tanaman. Salah satu faktor yang dapat mengurangi produksi bawang merah adalah serangan jamur Alternari porri yang dapat mengurangi hasil 3% hingga 57%, tergantung pada tingkat serangannya. Sejauh ini tindakan pengendalian yang dilakukan petani umumnya menggunakan fungisida sintetik untuk mengendalikan patogen, namun penggunaan fungisida dapat mempengaruhi kondisi lingkungan pertanaman. Oleh karenanya penelitian ini akan memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai bio-fungisida untuk mengendalikan jamur A. porri. Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan yaitu PO: Kontrol, P1: Ekstrak Daun Mimba, P2: Ekstrak Daun Pepaya, P3 Ekstrak Umbi Bawang Putih, P4: Ekstrak Daun Kelor, P5: Ekstrak Daun Kelor, P6: Ekstrak Daun Sirsak dan P6: Ekstrak Daun Putri Malu dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak yang diujikan mampu menghambat pertumbuhan jamur A. porri secara in-vitro dan perlakukan yang paling efektif adalah perlakuan Ekstrak daun mimba dengan persentase daya hambat mencapai 50,87% di ikuti Ekstrak Umbi Bawang Putih 38,95%; Ekstrak daun kelor 37,39%; Ekstrak Daun Pepaya 31, 10% dan yang paling rendah yaitu Ekstrak daun putri malu 21,96%.
KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS KOPI (Coffea sp) TERHADAP PENYAKIT KARAT DAUN (Hemileia vastatrix) DI KABUPATEN SIGI Mutmainah Mutmainah; Jusriadi Jusriadi; Jeki Jeki; Komang Putra
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 11 No. 5 (2023): December
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v11i5.4489

Abstract

Tanaman kopi (Coffea sp)  merupakan bahan baku dari minuman yang populer di Indonesia, tetapi produksi kopi biasanya terganggu karna berbagai serangan hama maupun penyakit tanaman. Salah satu penyakit penting pada tanaman kopi adalah penyakit karat daun yang disebabkan oleh cendawan (Hemileia vastatrix) Penggunaan fungisida diangap tidak efektif dan dapat menurunkan kualitas dari hasil produksi, untuk itu dianggap perlu untuk mengembangkan varietas kopi yang resisten atau tahan terhadap penyakit karat daun. Sampel pada penelitian diambil di Kabupaten Sigi yang merupakan salah satu sentra penghasil kopi di sulawesi tengah. Ada 3 jenis kopi yang menjadi objek penelitian yaitu kopi arabica, kopi robusta dan kopi lokal. Dari hasil perhitungan intensitas penyakit karat daun diketahui bahwa intensitas penyakit dari yang tertinggi adalah arabica yaitu 67.70%, disusul Lokal sebesar 66.40% dan yang paling rendah adalah Robusta 57,80%. Sifat ketahanan diinterpretasikan berdasarkan skala ketahanan intensitas penyakit, yaitu 0= kebal, 1%–29% = tahan, 30%–49% = agak tahan, 50%–69% = agak rentan, dan 70%–100% rentan. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa beberapa jenis kopi pada Kabupaten Sigi yakni Robusta (57,80%), Lokal (66,40%) dan Arabika (67,70%) tergolong dalam kategori agak rentan (50%-69%).