Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan salah satu hutan di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Sebagai kawasan konservasi, TNBBS diharapkan dapat menjadi kawasan pemeliharaan dan perlindungan bagi keanekaragaman hayati yang secara tidak langsung berarti dapat melestarikan keanekaragaman jenis floradan fauna yang terdapat di dalamnya, termasuk cacing tanah. Cacing tanah sendiri dapat menjadi indikator kelestarian hutan.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey, yaitu dengan cara melihat kondisi lokasi penelitian dan pengumpulan data langsung dari beberapa lokasi di hutan TNBBS. Pengambilan sampel dilakukan di 3 lokasi, yaitu Bukit Camp Rhino, BukitKilometer 26, dan Pemerihan Kecil. Pengambilan sampel dilakukan di 3 lokasi, yaitu Bukit Camp Rhino, Bukit Kilometer 26, danPemerihan Kecil. Hasil survei menunjukkan bahwa populasi cacing tanah tertinggi terdapat di lokasi Pemerihan dan populasiterendah terdapat di lokasi Bukit Kilometer 26 (KM 26) bagian atas. Biomassa cacing tanah yang tertinggi terdapat di lokasiBukit Camp Rhino bagian bawah dan biomassa terendah terdapat di lokasi Bukit Kilometer 26 (KM 26) bagian atas. Populasidan biomassa cacing tanah berkorelasi positif dengan C-organik tanah, tetapi sifat kimia dan sifat fisik tanah yang lain tidakberkorelasi positif. Dari identifikasi cacing tanah hanya terdapat 2 famili cacing tanah, yaitu famili Megascolecidae dan famili Glossoscolecidae. Famili Glossoscolecidae hanya ditemukan di lokasi Pemerihan.