Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Scouting Activities and Environmental Support on Students' Academic Achievement with Self-Regulated Learning as a Mediating Variable in the PLS-SEM Approach Sulaiman Abdul Rasid; Lailatul; Madyan; Radia Aflani
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2690

Abstract

This study investigates the effect of Scouting Activities and Environmental Support on Students’ Academic Achievement with Self-Regulated Learning (SRL) as a mediating variable using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The research employed a quantitative survey design involving students participating in scouting and academic activities. Data were collected using a structured questionnaire distributed through Google Forms and analyzed using SmartPLS. The measurement model evaluation confirmed that all constructs met the criteria for convergent validity, discriminant validity, and reliability, with factor loadings above 0.70, AVE values above 0.50, and composite reliability values exceeding 0.70. The structural model results revealed that Scouting Activities had a positive and significant effect on Self-Regulated Learning (β = 0.419; p < 0.05) and Academic Achievement (β = 0.587; p < 0.05). Environmental Support also showed a positive and significant influence on Self-Regulated Learning (β = 0.575; p < 0.05), but its direct effect on Academic Achievement was not statistically significant (β = 0.383; p > 0.05). Furthermore, Self-Regulated Learning did not significantly affect Academic Achievement (β = -0.059; p > 0.05), indicating that the mediating role of SRL was not supported in this model. The findings suggest that scouting participation and supportive environments contribute substantially to students’ self-regulation abilities, while academic achievement is more directly influenced by students’ active engagement in scouting activities. This study contributes to the literature on extracurricular education, environmental support, and student academic development by highlighting the importance of non-cognitive factors in educational achievement.
Evaluasi Dengan Model Cipp Pada Program Unggulan Tahfidz Al-Qur’an Di Smp Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo Nafa Nuralisa; Madyan; juanda Syaputra
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2749

Abstract

Program tahfidz al‑Qur’an merupakan salah satu program unggulan di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo yang bertujuan membentuk generasi muda yang Qur'ani dan menjaga keaslian Al‑Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan program unggulan tahfidz al‑Qur’an di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo; dan (2) menganalisis hasil evaluasi program tersebut menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Lokasi penelitian berada di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo. Informan penelitian terdiri dari lima pihak terkait, yaitu kepala sekolah, wakil kurikulum, guru tahfidz, peserta didik peserta program tahfidz, dan wali murid. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Validitas data dijaga melalui peningkatan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan penggunaan referensi yang tepat. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Evaluasi konteks: Program tahfidz telah direncanakan sesuai kebutuhan lingkungan sekolah dan masyarakat — menjadi wadah bagi siswa yang sudah memiliki tabungan hafalan untuk melanjutkan serta berfungsi sebagai pembentukan karakter religius; namun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu pada jadwal pembelajaran dan fluktuasi motivasi siswa. (2) Evaluasi input: Perencanaan program berupa RPP disusun oleh guru tahfidz, sumber daya pendukung mencakup pembimbing yang berpengalaman/profesional, sarana‑prasarana yang memadai, dukungan wali murid dan yayasan; strategi yang diterapkan antara lain metode Ummi untuk pembelajaran dan Talaqqi untuk setoran hafalan, serta penjadwalan sesi talaqqi yang teratur. (3) Evaluasi proses: Aktivitas pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal (murāja’ah bersama, setoran hafalan satu per satu), penggunaan media pembelajaran berupa video terkait tahfidz, pemberian tugas penguatan (melancarkan dan menambah hafalan), serta catatan dan rekapan kemajuan hafalan oleh guru. (4) Evaluasi produk: Hasil program menunjukkan capaian positif — terdapat siswa yang diwisuda (mis. wisuda juz 30), prestasi lomba tartil/tahfidz, serta dampak pembentukan karakter keagamaan; meski demikian implementasi masih perlu penguatan agar target lebih optimal bagi seluruh peserta. Kesimpulannya, program tahfidz di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo secara umum berjalan baik dan layak dilanjutkan serta dikembangkan. Rekomendasi utama meliputi penambahan sumber daya pendukung (waktu, tenaga, fasilitas), penguatan motivasi siswa melalui strategi pembelajaran kreatif dan konsisten, serta peningkatan kerja sama antara sekolah, wali murid, dan pondok pesantren untuk mengatasi kendala waktu dan motivasi sehingga pencapaian target hafalan dapat meningkat.
Implementasi Evaluasi dan Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah Madyan; Rifatul Uliah; Raihan Delpha Amir; Wita Seftiani; Husnul Khotimah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7659

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan intelektual yang seimbang. Upaya peningkatan mutu PAI perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan evaluasi pembelajaran dan akreditasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep evaluasi dan akreditasi Pendidikan Agama Islam, implementasi evaluasi dalam pembelajaran PAI, peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta tantangan dan upaya peningkatan mutu PAI melalui evaluasi dan akreditasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi merupakan proses sistematis yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran sekaligus sebagai dasar perbaikan proses pendidikan. Sementara itu, akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu yang berfungsi menilai kelayakan dan kualitas lembaga pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Akreditasi berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pendidik, kualitas sarana prasarana, tata kelola lembaga, serta mutu lulusan. Namun, implementasi evaluasi dan akreditasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian, rendahnya pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan budaya mutu, peningkatan profesionalisme guru, optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta pemanfaatan teknologi digital agar evaluasi dan akreditasi dapat berfungsi secara efektif dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah.