Joan Herly Herwawan
Faculty of health, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening the Role of Parents as Role Models in Fostering Religious Values in Children Joan Herly Herwawan; Hery Jotlely; Maria Nindatu; Fandro Armando Tasiijawa; Zasendy Rehena; Petrosina Waremra
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 5 No. 1 (2026): March-August
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v5i1.2048

Abstract

Parents play an important role in fostering children’s religious values through spiritual practices and role modeling within the family. This community engagement program aimed to strengthen parents’ knowledge and awareness of their role in supporting children’s spiritual development. Twenty Christian parents from the Wokaley Fellowship participated in a participatory educational program consisting of a pre-test, interactive education, group discussion, question-and-answer sessions, and a post-test. The program emphasized parental role modeling, shared responsibility between fathers and mothers, and the integration of Christian values into daily family life. Participants’ knowledge scores increased from 45% at pre-test to 100% at post-test, representing an increase of 55 percentage points. Participants also reflected on family spiritual practices and shared parental responsibility for faith formation. These findings suggest that participatory education may strengthen parental knowledge; however, follow-up evaluation is needed to assess sustained changes in family spiritual practices.
Meningkatkan Ketahanan Kesehatan Jiwa Remaja Melalui Edukasi Mental Health Literacy Fandro Armando Tasijawa; Joan Herly Herwawan; Hery Jotlely
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i1.1529

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan emosional, sosial, dan kognitif yang signifikan. Sayangnya, banyak remaja yang masih memiliki literasi kesehatan jiwa yang rendah, sehingga mereka rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa remaja melalui program edukasi literasi kesehatan mental di SMP PGRI Waenibe. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Mei 2024, melibatkan 50 siswa dan 6 guru. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan mental berbasis komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), pendampingan melalui video animasi, serta pengukuran menggunakan kuesioner Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). Hasil pre-test menunjukkan bahwa 24% siswa berada dalam kategori nilai cukup, sedangkan 76% dalam kategori baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan di mana hanya 6% yang berada pada kategori cukup dan 94% siswa menunjukkan nilai baik. Selain itu, hasil pengisian kuesioner MHC-SF menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat kesejahteraan emosional (70%), sosial (86%), dan psikososial (78%) yang tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan mental serta membangun resiliensi dalam menghadapi tantangan kehidupan remaja. Program ini mendapat respon positif dari siswa dan pihak sekolah. Oleh karena itu, pendekatan edukatif berbasis sekolah ini dapat dijadikan sebagai model intervensi yang efektif dalam meningkatkan ketahanan kesehatan jiwa remaja, dan direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas pada institusi pendidikan lainnya di daerah dengan sumber daya terbatas.