Nurul Isnaini
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Anti-Bullying Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Dalam Mencegah Perundungan Di SDN Tambun 06 Kabupaten Bekasi Hani Astuti; Anggun Talia Ningrum; Aurillia Tsabita Azahra; Nurul Isnaini; Meisya Dwi Nanditha; Pandu Wibisono; Raihan Fadhillah; Vivi Yolla Zuliani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11391

Abstract

Perundungan (bullying) memanifestasikan diri sebagai salah satu anomali perilaku yang masih mengonstruksi urgensi permasalahan di ekosistem sekolah dasar, mengingat eskalasinya mampu memicu distorsi negatif terhadap trajektori perkembangan anak, baik pada dimensi sosial, stabilitas emosional, hingga performa akademik siswa. Minimnya literasi dan pemahaman kognitif siswa mengenai taksonomi perundungan berimplikasi pada terjadinya normalisasi atas tindakan destruktif, seperti verbal harassment berupa ejekan, pelabelan julukan yang peyoratif (name-calling), serta eksklusi sosial atau pengucilan, yang sering kali direduksi maknanya dan dianggap sebagai gurauan biasa (casual banter). Berangkat dari realitas tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diorientasikan untuk mengeskalasi khazanah pengetahuan, kedalaman pemahaman, serta kesadaran kritis siswa mengenai implikasi bahaya perundungan beserta instrumen preventifnya melalui orkestrasi sosialisasi anti-perundungan di SDN Tambun 06 Kabupaten Bekasi.Implementasi program ini mengoperasionalkan metodologi dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang diwujudkan melalui kombinasi ceramah interaktif, ruang diskusi dialektis, sesi tanya jawab, serta pembedahan studi kasus elementer yang dikonseptualisasikan secara adaptif sesuai dengan fase perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Evaluasi pasca-kegiatan mengonfirmasikan adanya antusiasme yang tinggi dari para peserta, yang dibuktikan secara empiris melalui lonjakan pemahaman siswa mengenai konseptualisasi perundungan, kategorisasi jenis perundungan (fisik, verbal, maupun relasional), spektrum dampak psikososial bagi korban dan pelaku, serta protokol mitigasi preventif yang dapat diaktualisasikan di dalam perimeter sekolah. Di samping itu, intervensi edukasi ini secara simultan bertindak sebagai stimulan dalam merekonstruksi afeksi siswa, khususnya dalam menumbuhkan kecerdasan empati, sikap toleransi, dan nilai mutualisme saling menghargai. Dengan demikian, program sosialisasi anti-perundungan ini valid diposisikan sebagai langkah preventif strategis yang efektif dalam membentuk karakter mulia (character building) siswa, sekaligus mengamankan terwujudnya iklim akademis yang aman, kondusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.