Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SUSTAINABLE PURCHASING DI HOTEL THE RITZ-CARLTON BALI Ni Made Salma Meilani; I Dewa Ayu Rai Sumariati; Ni Made Sri Rukmiyati
ANALISA : JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol 14 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/analisa.v14i2.1105

Abstract

Industri perhotelan merupakan sektor bisnis yang secara langsung menghasilkan dampak lingkungan melalui konsumsi energi, air, dan bahan sekali pakai, sehingga penerapan praktik keberlanjutan dalam aktivitas pengadaan barang menjadi semakin penting, termasuk pada hotel berjaringan internasional seperti The Ritz-Carlton, Bali yang berada di bawah naungan Marriott International. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sustainable Purchasing di Hotel The Ritz-Carlton, Bali, dengan mengacu pada lima tahapan Sustainable Purchasing menurut Leire dan Mont (2010) serta sepuluh kategori produk dalam Marriott International Responsible Sourcing Guide. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Ritz-Carlton, Bali telah menerapkan kelima tahapan Sustainable Purchasing, meskipun sebagian belum dituangkan dalam kebijakan tertulis khusus dan lebih banyak diwujudkan melalui program operasional seperti Balanced Scorecard dan Sustainability Scorecard. Hotel juga telah mengimplementasikan tujuh dari sepuluh kategori produk dalam Responsible Sourcing Guide secara maksimal, sementara tiga kategori lainnya, yaitu seafood, sugar, dan textiles, belum sepenuhnya memenuhi standar akibat keterbatasan pemasok lokal bersertifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Sustainable Purchasing di hotel tersebut mencerminkan penerapan stakeholder theory melalui pengelolaan hubungan kolaboratif dengan pemasok, meskipun masih dihadapkan pada kendala ketersediaan produk berkelanjutan dan tingginya biaya.