Mardiana Haris
STAI DDI Maros

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam Multikulutural Perspektif Dalil Beberapa Ayat Dalam Surah Al-Qur’an Mulyadin; Furhaniati; Mardiana Haris
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep pendidikan islam mutikultural berdasarkan Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 256, Al-Anbiya ayat 107, Al-Mumtahanah ayat 7, Ar-Rum ayat 22, Al-Hujurat ayat 13 dan Al-Kafirun ayat 5. Penulisan artikel ini dengan menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) yang didapatkan dari referensi buku, jurnal maupun artikel-artikel yang terkait. Sedangkan dalam analisis datanya menggunakan metode tafsir maudhu’i. Hasil dari analisis ini dapat diuraikan bahwa konsep pendidikan multicultural berdasarkan Al-Baqarah ayat 256 mengajarkan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Hal ini memiliki makna bahwa pendidikan mengajarkan kebebasan pada peserta didik untuk menentukan hidupnya terutama dalam beragama. Konsep Pendidikan Multikulutural QS. Al-Anbiya: 107 mengajarkan bahwa pendidikan multikultural harus diorientasikan pada pemahaman yaitu: nilai toleransi, nilai moralitas, nilai perdamaian, nilai humanisme dan nilai kearifan. Konsep Pendidikan Multikultural QS. Al-Mumtahanah: 7 dan 9 yang dapat dipahami yaitu kita diharuskan untuk memiliki rasa kasih sayang terhadap non muslim dan berlaku adil serta berbuat baik terhadap mereka. Konsep Pendidikan Multikulutural berdasarkan QS. Ar-Ruum ayat 22 yaitu ada beberapa nilai pendidikan multikultural yaitu multi bahasa, multi ras, dan multi suku. Pendidikan multikultural di dalam surah al Hujurat ayat 13 yaitu kesetaraan gender, perbedaan suku dan bangsa, dan kesamaan derajat. Pendidikan multikultural di dalam surah Al-Kafirun ayat 5 yaitu tidak ada kompromi dalam hal peribadahan, menjauhkan sikap keterpaksaan dalam meyakini suatu agama, menghargai perbedaan keyakinan beragama, mengakui eksistensi agama lain dan toleransi sebagai pondasi kedamaian.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PERGURUAN TINGGI BERBASIS KURIKULUM OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) Mardiana Haris
IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER, IQRA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IQRA : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu persyaratan utama dalam pembuatan kurikulum pendidikan tinggi Indonesia, termasuk pengajaran bahasa Arab di universitas atau perguruan tinggi Islam adalah penerapan pendidikan berbasis hasil (Outcome-Based Education/OBE). Pengajaran bahasa Arab belum sepenuhnya terintegrasi dengan hasil belajar lulusan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan akademik dan profesionalisme mahasiswa; sebaliknya pengajaran tersebut lebih fokus pada pengetahuan teoritis tentang aspek kebahasaan (linguistik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pengajaran bahasa Arab dapat diimplementasikan di pendidikan tinggi dengan menggunakan pendekatan kurikulum pendidikan berbasis hasil (OBE). Termasuk untuk analisis dokumen kurikulum, rencana pembelajaran semester (RPS) dan tinjauan literatur tentang OBE dan akuisisi bahasa Arab, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa integrasi hasil belajar lulusan CPL , hasil belajar mata kuliah (CPMK) teknik pembelajaran dan penilaian yang berfokus pada hasil belajar mahasiswa sangat diperlukan untuk pengajaran bahasa Arab berbasis OBE. Meskipun masih terdapat masalah terkait dengan kesiapan dosen, mahasiswa dan sistem evaluasi. Penggunaan OBE dalam pengajaran bahasa Arab dapat meningkatkan relevansi kompetensi linguistik, komunikatif dan akademik mahasiswa. Diharapakan bahwa pembelajaran perguruan tinggi Islam yang berbasis OBE akan menggunakan studi ini sebagai salah satu referensi ketika membuat atau menyusun kurikulum bahasa Arab. Kata Kunci : Pembelajaran Bahasa Arab, Kurikulum, Outcome-Based Education, Perguruan Tinggi Keislaman.