Michelle Ham
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DESAIN DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN DALAM PERANCANGAN FASILITAS PUSAT RELAKSASI Michelle Ham; Rudy Trisno
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24233

Abstract

Stress is a natural thing experienced by humans and needs to be dealt with before it becomes something more negative. One of the common factors for increased stress is the COVID-19 pandemic that is sweeping the world. In addition, space comfort during stress reduction activities also plays an important role in optimizing the effects of these activities. Therefore this study aims to find out how to deal with low to moderate levels of stress and how to design a comfortable space for stress reduction activities in a relaxation center. The research was conducted using the case study method with the following indicators: 1) Buildings prioritize total sensory experience; 2) Buildings are aimed at users with low and moderate levels of stress; 3) The building has a program related to relaxation activities; 4) Buildings have spaces for social interaction; 5) The building has a visual relationship with nature, natural elements, and organic form as a parameter of comparison. The conclusion of the research states that low to moderate levels of stress can be handled with stress management techniques, which are ways to relieve stress through activities such as yoga, meditation, or therapy. Then architectural design that emphasizes comfort in a relaxation center can be done by applying biophilic design in the big concept of therapeutic architecture. Keywords: biophilic design; stress management techniques; stress; therapeutic architecture Abstrak Stres merupakan hal yang wajar dialami oleh manusia dan perlu ditangani sebelum menjadi hal yang lebih negatif. Salah satu faktor umum bertambahnya stres adalah pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Selain itu, kenyamanan ruang selama aktivitas penurunan stres juga berperan penting dalam mengoptimalkan efek dari kegiatan tersebut. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menangani stres tingkat rendah hingga sedang dan bagaimana merancang ruang yang nyaman bagi aktivitas penurunan stres dalam pusat relaksasi. Penelitian dilakukan dengan cara menggunakan metode studi kasus dengan indikator berikut: 1) Bangunan mengutamakan pengalaman sensori total; 2) Bangunan ditujukan terhadap user dengan stres tingkat rendah dan sedang; 3) Bangunan memiliki program yang berkaitan dengan kegiatan relaksasi; 4) Bangunan memiliki ruang untuk berinteraksi sosial; 5) Bangunan memiliki hubungan visual dengan alam, unsur alami, dan berbentuk organik sebagai parameter komparasi. Kesimpulan dari penelitian menyatakan bahwa stres tingkat rendah hingga sedang dapat ditangani dengan teknik manajemen stres, yaitu cara meredakan stres lewat kegiatan seperti yoga, meditasi, atau terapi. Kemudian perancangan arsitektur yang mementingkan kenyamanan dalam pusat relaksasi dapat dilakukan dengan menerapkan desain biofilik dalam konsep besar arsitektur terapeutik.