Nicson Bunawidjaya
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN RUANG UNTUK PENYENDIRI Nicson Bunawidjaya; Doddy Yuono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v5i2.24311

Abstract

Busy lives and high productivity demands make individuals feel the need to take a moment for themselves. However, public spaces in cities, such as parks and other public places, are often crowded with people, making it difficult for individuals to find peace in solitude. Loners are alone for various reasons such as some individuals choose to be alone because it suits their personality or lifestyle, this can be associated with introverted personalities. Some are also alone because they don't like other people, there are also loners who are forced to be alone. Some people also stay away from other people only temporarily, either for a break or simply because they enjoy being alone. Individuals often find it difficult to find a safe and comfortable place to spend time alone. By paying attention to the needs of different individuals, designing spaces that are friendly to loners can broaden access for individuals who need space to be alone. This is important to create an inclusive and welcoming environment for everyone. The Design Method is the result of studies and theories regarding the spatial needs of a loner. The design was carried out in the Infill area in the Senayan area, South Jakarta because this area is an area with high level of activity in Jakarta. Infill building is a method of constructing buildings by filling empty areas in the surrounding areas where there are existing buildings and emphasizing harmony between the design results and the surrounding environment. Infill design is needed to utilize land that has not been fully developed in this strategic area. Keywords:  infill; solitude; loner Abstrak Kehidupan yang sibuk dan tuntutan produktivitas yang tinggi membuat individu merasa perlu untuk mengambil waktu sejenak untuk sendiri. Namun, ruang publik yang ada di kota, seperti taman dan tempat umum lainnya, sering kali ramai dikunjungi oleh masyarakat sehingga sulit bagi individu untuk menemukan ketenangan dalam kesendirian. Penyendiri menyendiri dengan berbagai alasan seperti beberapa individu memilih untuk sendiri karena sesuai dengan kepribadian atau gaya hidup mereka, hal ini bisa dikaitkan dengan kepribadian introvert. Beberapa juga menyendiri karena tidak menyukai orang lain, ada juga penyendiri yang dipaksa untuk menyendiri. Beberapa orang juga menjauh dari orang lain hanya untuk sementara waktu, baik untuk istirahat atau hanya karena mereka menikmati kesendirian. Para penyendiri seringkali merasa sulit untuk menemukan tempat yang aman dan nyaman untuk menghabiskan waktu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ruang seperti apa yang cocok untuk penyendiri. Dengan memperhatikan kebutuhan individu yang berbeda-beda, perancangan ruang yang ramah bagi para penyendiri dapat memperluas akses bagi individu yang membutuhkan ruang untuk sendiri. Ini penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua orang. Metode Perancangan merupakan hasil dari kajian dan teori mengenai kebutuhan spasial seorang penyendiri. Perancangan dilakukan di area Infill di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan dikarenakan area tersebut merupakan area yang tinggi aktivitas di Jakarta. Bangunan infill merupakan metode mendirikan bangunan dengan mengisi area kosong pada wilayah yang sekelilingnya terdapat bangunan eksisting dan menitikberatkan pada keselarasan antara hasil rancangan dan lingkungan sekitar.  Peracangan infill diperlukan untuk memanfaatkan lahan yang belum sepenuhnya dibangun di kawasan yang strategis.