Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EPISTEMOLOGI KONFLIK: MEMAHAMI KONFLIK BERDASARKAN TEORI MIMESIS RENĂˆ GIRARD Danius, Ebin Eyzer
Hibualamo : Seri Ilmu-Ilmu Sosial dan Kependidikan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Hibualamo Seri Ilmu Sosial dan Kependidikan
Publisher : LPPM Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.557 KB)

Abstract

Konflik merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia. Kenyataan kemajemukan yang ada dalam bangsa Indonesia merupakan potensi tersendiri terhadap lahirnya perbedaan yang dapat berujung pada konflik. Pengalaman hidup bangsa Indonesia telah menunjukan bagaimana perbedaan menghasilkan konflik. Pengalaman dalam konflik seharusnya dapat menjadi sebuah pelajaran penting bagi upaya membangun kehidupan bersama. Usaha untuk memahami konflik yang diangkat dari pengalaman nyata menjadi sumber pengetahuan terhadap upaya untuk memahami konflik itu sendiri. Pengalaman untuk pengetahuan memberikan perspektif baru untuk mencari solusi terhadap konflik yang bukan berasal dari luar melainkan dari dalam konflik itu sendiri. Studi dalam tulisan ini diarahkan pada upaya membangun pengetahuan tentang konflik dari pengalaman. Bahwa sumber pengetahuan bukan saja dari seperangkat teori melainkan dari upaya memahami pengalaman. Menggunakan teori Mimesis yang dibangun oleh Rene Girard dalam melihat pengalaman konflik menghasilkan perspektif baru terhadap kenyataan konflik yang pernah terjadi di Indonesia. Dari hasil analisis pengalaman konflik berdasarkan teori Mimesis Girard menunjukan bahwa perbedaan dan perebutan pengaruh bukanlah sumber utama dari terjadinya konflik. Konflik menurut teori Mimesis justru berasal dari keinginan manusia untuk menjadi sama dengan manusia lain. Dalam usaha menjadi sama tersebut persainga   n berubah menjadi usaha penaklukan sehingga proses konflik sebenarnya perubahan keinginan manusia dari usaha untuk mendapatkan yang diinginkan menjadi usaha penakulukan manusia lain yang memiliki keinginan yang sama.
Liturgi dan budaya: Sebuah tawaran konstruktif liturgi berbasis budaya pada Gereja Masehi Injili di Halmahera Danius, Ebin Eyzer; Boediman, Marthen Dominggus
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.771

Abstract

This article examines the relationship between liturgy and culture in the Evangelical Christian Church in Halmahera. It also shows that culture is important in Christian religious practice, as shown in the worship liturgy. Liturgy should be interpreted not only as a system of worship but also as a meeting space between daily life and the life of faith of Halmahera Christians. This research uses qualitative research methods with data collection techniques through interviews and distributing a list of questions followed by in-depth interviews with key figures. The research results show that the Evangelical Christian Church in Halmahera does not yet have a clear attitude and position in connecting liturgy and culture. This study also found that awareness of culture in worship is important in Christians' lives in certain practices.AbstrakTujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji hubungan liturgi dan kebudayaan pada Gereja Masehi Injili di Halmahera. Selain itu juga untuk memperlihatkan bahwa pada dasarnya kebudayaan memiliki nilai penting dalam suatu praktik keagaaman Kristen yang diperlihatkan pada liturgi peribadatan. Liturgi seharusnya dimaknai bukan saja sebagai sebuah tata ibadah, melainkan juga ruang pertemuan antara kehidupan harian dengan kehidupan beriman dari orang Kristen Halmahera. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penyebaran daftar pertanyaan yang dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap nara sumber yang menjadi tokoh kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Masehi Injili di Halmahera belum memiliki sikap dan posisi yang jelas dalam menghubungkan liturgi dan budaya. Studi ini juga menemukan bahwa dalam praktik tertentu, kesadaran tentang budaya dalam ibadah ditunjukan sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan orang Kristen. di Halmahera.